Sarjana Tembus Lebih dari 1 Juta Menganggur..?, Prof. Dr. Sutan Nasomal : “Janji Presiden Ditagih Rakyat”

AvatarDewi Sari 29 Agu 2026, 19:33 35

JAKARTA || RWN.CO.ID – Persoalan pengangguran lulusan perguruan tinggi kembali menjadi sorotan. Di tengah sulitnya lapangan pekerja’an, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), serta tantangan investasi dan industri nasional, nasib para sarjana yang belum terserap dunia kerja dinilai membutuhkan perhatian serius pemerintah (29/8/2026).

 

Pakar Hukum Internasional sekaligus ekonom, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH., mendorong Presiden RI Prabowo Subianto mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut, termasuk melakukan pendata’an secara nasional terhadap para sarjana yang menganggur dan membuka jalur penyaluran tenaga kerja sesuai kompetensi dan skill.

 

Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Kebijakan tersebut harus diwujudkan dalam program yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para lulusan perguruan tinggi.

 

“Pengangguran Sarjana yang membengkak jumlahnya tiap tahun cukup satu kata Presiden perintahkan Kementerian mendata lalu menmbantu penyaluran ke berbagai perusahaan maupun BUMN dan bahkan ditempatkan di semua Kementerian yang ada di negara NKRI sesuai dengan klasifikasi masing masing Sarjana pengungguran ini.

 

langkah jitu yang perlu dibuktikan diwujudkan Yth Bapak H.Prabowo Subianto Presidenku Presidenku Presiden kita semua warga negara Indonesia”, jelas Profesor Doktor Sutan Nasomal Pakar Hukum Internasional, Ekonom Ketua Perkumpulan advokat Muda Indonesia Assotion Of Young Indonesian Advocates menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin Redaksi Media cetak onlen dalam luar negeri berkaitan meningkatnya jumlah Sarjana berbagai disiplin ilmu masuk ling pengangguraan ditiap daerah dari sabang hingga meureuke dari tahun ketahunnya diabaikan pemerintah Indonesia Dikantornya Pusat Markas Partai Oposisi Merdeka Dibilangan Cujantung Jakarta 28/8/2026 via telpon selulernya.

 

“Kapan Indonesia Membaik?”

 

Prof. Sutan menilai kondisi ekonomi nasional yang belum menunjukkan perbaikan sesuai harapan masyarakat selama hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo menjadi persoalan yang harus dijawab melalui kebijakan nyata.

 

Situasi tersebut, menurutnya, melahirkan pertanyaan yang semakin kuat di tengah masyarakat: kapan Indonesia benar-benar membaik dan kapan lapangan pekerjaan kembali terbuka luas?

 

Meningkatnya jumlah sarjana yang belum memperoleh pekerjaan dinilai menjadi catatan khusus bagi dunia pendidikan tinggi. Para lulusan dari berbagai disiplin ilmu diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mendapatkan ruang untuk mengembangkan kompetensi dan menciptakan lapangan kerja.

 

Persoalan tersebut semakin kompleks dengan adanya gelombang PHK serta perpindahan atau migrasi sebagian perusahaan dan industri dari Indonesia ke negara lain.

 

Menurut Prof. Sutan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah karena keberadaan industri memiliki hubungan langsung dengan kemampuan negara menyerap tenaga kerja, termasuk tenaga profesional dan lulusan perguruan tinggi.

 

⚠️Presiden Didorong Tarik Investasi Industri

 

Prof. Sutan menilai Presiden RI Prabowo Subianto memiliki pekerjaan besar untuk menciptakan iklim usaha yang mampu menarik kembali kepercayaan investor dan mendorong perusahaan besar dunia membangun basis industri di Indonesia.

 

Dengan semakin banyaknya industri yang tumbuh, peluang kerja bagi para sarjana maupun tenaga kerja dari berbagai tingkat pendidikan juga akan semakin terbuka.

 

Ia bahkan memperkirakan persoalan ekonomi nasional membutuhkan waktu panjang untuk diselesaikan apabila persoalan mendasar dalam sistem dan mekanisme ekonomi tidak segera dibenahi.

 

Ia menggunakan sebuah perumpama’an untuk menggambarkan pentingnya menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat.

 

Kata Pepatah : “Tidak mungkin pohon padi ditanam di atas gurun yang tandus dan keras seperti batu.

Itulah istilah dari sesepuh Nusantara di masalalu.”

 

Menurutnya, sistem dan mekanisme yang dinilai tidak sehat dapat menggerus kepercayaan dunia usaha dan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

 

“Begitu sistem dan mekanisme yang berlaku saat ini merusak semua kepercayaan pengusaha dunia untuk membawa uangnya untuk di tanamkan di Indonesia,Kondisi sulit di Indonesia bisa 20 tahun baru selesai dengan catatan besar sistem dan mekanisme yang tidak sehat di Indonesia harus di matikan,”imbuh Prof Sutan.

 

Dikatakan, sarjana jangan hanya menjadi pencari kerja selain mendorong pemerintah membuka lapangan pekerja’an, Prof. Sutan juga mengingatkan para sarjana agar tidak sepenuhnya bergantung pada lapangan pekerja’an yang tersedia.

 

Ia mendorong lulusan perguruan tinggi mengembangkan usaha secara mandiri, membangun perusaha’an, serta menciptakan lapangan pekerja’an baru.

 

“Solusi lain menurut Prof DR Sutan Nasomal SH,MH. Para Sarjana di Indonesia harus mampu mandiri dan berkarya. Menjadi pendiri perusaha’an dan pencipta lapangan pekerjaan baru. Bukan menjadi pencari lapangan pekerja’an dan jadi BABU di kantor orang dengan upah rendah dan jauh dari kesejahtera’an.”

 

Menurutnya, kwalitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, khususnya lulusan perguruan tinggi, memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kerja sama dan pembentukan kelompok usaha produktif.

 

“Para Sarjana lulusan di Indonesia semua sangat cerdas. Maka perlu kerjasama membangun dunia usaha mandiri padat karya. Sarjana harus bisa membentuk kelompok kerja disetiap wilayahnya dan mendirikan wadah baru dibanyak bidang.” Ujar Prof Sutan Nasomal.

 

Prof. Sutan melihat peluang pengembangan usaha tidak hanya berada di sektor formal, tetapi juga terbuka di sektor pertanian, industri mesin, hingga teknologi informasi.

 

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan kepada media massa , bahwa sanya dukatakan.
” Peluang pertanian atau peluang industri mesin serta peluang di bidang IT adalah satu bentuk seperti badan manusia di lengkapi jiwa dan ruh. Para sarjana pasti paham agar masing masing menggeluti menciptakan lapangan usaha lokal dan nasional. Menciptakan lapangan usaha di jaringan pasar Indonesia dan International.”katanya.

 

Ia mendorong para sarjana membangun jaringan usaha secara kolektif sehingga potensi yang dimiliki tidak berhenti pada pencarian pekerja’an, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru.

 

⚠️ Pesan untuk Para Sarjana

 

Di tengah ketatnya persaingan dunia kerja, Prof. Sutan menyampaikan pesan agar para sarjana tidak menyerah pada keada’an.

 

“Para Sarjana dengarlah nasehat ini : Jangan menunggu hujan dari langit dan air di tempayan di buang sia sia”, ungkap Prof.Sutan.

 

Jangan menunggu belas kasihan orang lain untuk belajar berdiri padahal sangat mampu berdiri dan berlari dengan mandiri. Semua perlu proses. Maka ciptakan kelompok karya kerja sarjana Indonesia.”

 

Ia juga membuka ruang bagi para sarjana yang ingin berdiskusi mengenai pengembangan usaha maupun pembentukan jaringan kerja.

 

“Bila mendapatkan kendala. Silahkan hubungi Prof DR Sutan Nasomal SH,MH. Mungkin pengalaman dan ilmu yang bermanfaat Prof DR Sutan Nasomal bisa membantu. Hubungi Prof di wa/hp +62 811-8419-260. Bentuklah jaringan kerja karya kelompok untuk berkarya dan membangun usaha.” Terang nya.

 

Persoalan pengangguran sarjana pada akhirnya tidak hanya menjadi pekerjaan rumah pemerintah, tetapi juga tantangan bersama antara dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat.

 

Namun, publik tetap menunggu pembuktian dari pemerintah: sejauh mana janji penciptaan lapangan kerja mampu diterjemahkan menjadi kebijakan konkret dan membuka kesempatan kerja yang layak bagi generasi terdidik Indonesia.

 

Narsum : Prof. DR. Sutan Nasomal, SH., MH., Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii, Pendiri/Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS, Rektor Univ STIA STIH Pronass, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Assotion Of Young Indonesian Advocate. ***

 

Pewarta : Dewi Sari

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Ponpes Modern DAI Preneur Indonesia Mulai Dibangun di Tapos Tigaraksa, Siapkan Generasi Berakhlak dan Mandiri

Taer

17 Okt 2026, 11:08

TANGERANG KAB || RWN.CO.ID – Pembangunan Pondok Pesantren Modern DAI Preneur Indonesia resmi dimulai di Kampung Tapos Gardu, RT 02/RW 01, Desa Tapos, Kec. Tigaraksa, Kab. Tangerang, Banten, Sabtu (17/10/2026).   Pembangunan Ponpes ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Kehadirannya diharapkan menjadi pusat pendidikan Islam yang tidak hanya membentuk generasi berakhlakul karimah, tetapi juga …

PROF DR SUTAN NASOMAL SH MH DESAK PRESIDEN PECAT DAN PROSES HUKUM KADIS DLH BEKASI: “JANGAN BUNGKAM PERS, HUKUM HARUS DITEGAKKAN!”

Taer

15 Okt 2026, 21:08

BEKASI || RWN.CO.ID – Sikap pejabat publik terhadap wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik kembali menjadi sorotan. Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., pakar hukum internasional sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), mendesak Presiden RI Prabowo Subianto mengambil langkah tegas terhadap pejabat yang terbukti menghalangi kerja pers.   Desakan itu disampaikan menyusul duga’an pengusiran …

Terkabarkan Dua Korban Tewas dalam Kebakaran Penjaringan, 174 Warga Butuh Penanganan

Taer

14 Okt 2026, 14:43

JAKUT || RADAR WARTA NASIONAL – Sebanyak 174 warga terdampak kebakaran di permukiman Jalan Kertajaya, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (13/10/2026). Peristiwa tersebut diduga menewaskan dua orang, menghanguskan puluhan rumah, dan memaksa warga meninggalkan tempat tinggal mereka.   Kebakaran terjadi sekira pukul 13.50 WIB di RT 007 dan RT 017, RW 014. Warga yang melihat …

Polda Metro Jaya Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dua Tersangka Pembunuhan Perempuan Ditangkap

Dewi Sari

13 Okt 2026, 18:20

JAKARTA || RWN.CO.ID – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengungkap tiga kasus kriminal, yakni pembunuhan disertai pencurian terhadap seorang perempuan di Pinang Ranti, Jakarta Timur, pencurian dengan kekerasan terhadap pengemudi taksi online di Pamulang, Tangerang Selatan, serta pencurian kendaraan bermotor yang diduga melibatkan jaringan Jakarta–Lampung dan kepemilikan senjata api rakitan.   Dalam …

Pelantikan Bersama dan Pembekalan Bela Negara DPD FBN RI Kota Depok – Kab. Cianjur – Kab. Bogor Periode 2026–2031

Supri Oleng

10 Okt 2026, 14:43

Depok, MM Pelantikan Bersama dan Pembekalan Bela Negara Forum Bela Negara Republik Indonesia (FBNRI) untuk wilayah Kota Depok, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Bogor periode 2026–2031 berlangsung di Aula Lantai 10 Balai Kota Depok, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pengurus FBNRI dalam menanamkan nilai-nilai bela negara, meningkatkan semangat nasionalisme, serta mendorong peran …

Indri Damayanthi : Persatuan Tak Bermakna Jika Perempuan Dikesampingkan

Taer

09 Okt 2026, 08:43

JAKARTA || RADAR WARTA NASIONAL – Indri Damayanthi, Kepala Bidang Kewanita’an Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI), menegaskan bahwa perempuan harus menjadi bagian penting dalam gerakan persatuan, bukan sekedar pelengkap.   Pernyataan tersebut disampaikan Indri dalam momentum pelantikan pengurus PB SEMMI periode 2026–2029 di Novotel Jakarta Pulomas, Jakarta Timur, Kamis (8/10/2026). Pelantikan itu …