Prof Sutan Nasomal: Lapor Pak Presiden, Puluhan Ribu Warga NTT Butuh Tenda, Makanan, Minuman, dan Obat

AvatarDewi Sari 23 Agu 2026, 15:12 18

NAGEKEO, NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) || RWN.CO.ID – Kondisi masyarakat terdampak gempa di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat perhatian dari Prof Dr KH Sutan Nasomal SH MH. Ia meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi, terutama tenda pengungsian, makanan, air minum, obat-obatan, serta layanan kesehatan.

Prof Sutan Nasomal mengatakan, bencana alam yang melanda sejumlah daerah harus menjadi perhatian serius seluruh jajaran pemerintah. Menurutnya, keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi prioritas utama ketika terjadi bencana.

 

“Yang saya harapkan, Bapak Presiden Republik Indonesia Haji Prabowo Subianto segera memerintahkan seluruh pimpinan kementerian/lembaga dan kepala daerah, baik gubernur, bupati maupun wali kota, agar tidak lengah ketika terjadi bencana di wilayahnya,” ujar Prof Sutan Nasomal saat memberikan tanggapan melalui sambungan telepon dari Jakarta, Minggu (23/8/2026).

 

Ia menegaskan, pemerintah memiliki kewajiban untuk segera mengerahkan sumber daya dan anggaran penanganan darurat sesuai ketentuan guna membantu masyarakat yang terdampak bencana.

 

“Jangan sampai masyarakat yang sedang tertimpa musibah justru dibiarkan menghadapi kondisi sulit sendirian. Bantuan kemanusiaan harus benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan penggunaannya harus diawasi secara transparan,” tegasnya.

 

Ribuan Rumah Rusak, Warga Terpaksa Mengungsi. Informasi yang disampaikan Bernadus, seorang warga berusia sekitar 60 tahun yang melaporkan kondisi lapangan dari wilayah NTT, menyebutkan bahwa kerusakan rumah terjadi di sejumlah kabupaten.

 

Menurut laporan sementara yang diterima dari relawan, ribuan rumah mengalami kerusakan sehingga sebagian warga terpaksa tidur di luar rumah karena tempat tinggal mereka tidak lagi aman untuk dihuni.

 

Selain persoalan tempat tinggal, sejumlah wilayah juga masih mengalami gangguan listrik. Kondisi tersebut menyulitkan komunikasi dan penyampaian informasi dari lokasi terdampak.

 

Bernadus juga melaporkan adanya warga yang mengalami luka-luka dan patah tulang akibat tertimpa bangunan. Sebagian korban disebut mendapatkan penanganan kesehatan seadanya di fasilitas kesehatan setempat.

 

Ia berharap pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi NTT segera mengerahkan bantuan dan tenaga medis tambahan ke wilayah yang terdampak.

 

Berdasarkan data sementara yang disampaikan sumber lapangan dan relawan, kerusakan rumah tercatat di beberapa kabupaten.

 

Di Kabupaten Manggarai Barat, dilaporkan sebanyak 6.541 rumah mengalami kerusakan, terdiri atas 2.539 rumah rusak berat, 1.039 rumah rusak sedang, dan 2.963 rumah rusak ringan. Sementara itu, di Kabupaten Ngada dilaporkan terdapat 4.914 rumah yang mengalami kerusakan.

 

Di Kabupaten Sikka, sebanyak 11.862 warga dilaporkan mengungsi, sementara sekitar 2.560 rumah mengalami kerusakan. Data tersebut masih merupakan data sementara dan perlu diverifikasi serta diperbarui oleh pemerintah dan lembaga penanggulangan bencana terkait

 

Prof Sutan Nasomal meminta agar Anak-Anak dan Lansia Harus Menjadi Prioritas kelompok rentan mendapatkan perhatian khusus selama masa tanggap darurat. Menurutnya, anak-anak, terutama bayi dan balita, membutuhkan makanan dan kebutuhan khusus. Begitu pula warga lanjut usia yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan ketika harus tinggal di tempat terbuka dalam waktu lama.

 

“Anak-anak mulai dari bayi hingga usia lima tahun harus mendapatkan perhatian khusus. Begitu pula para lansia. Mereka tidak bisa dibiarkan terlalu lama tidur di alam terbuka tanpa perlindungan yang memadai,” imbuhnya.

 

Ia juga menyoroti kerusakan fasilitas umum dan tempat ibadah di sejumlah lokasi. Laporan masyarakat menyebut terdapat gereja, masjid, sekolah, serta bangunan pemerintahan yang mengalami kerusakan.

 

Akses Jalan dan Jembatan Perlu Segera Dipulihkan. Selain kebutuhan pengungsian dan kesehatan, akses transportasi juga menjadi persoalan penting. Kerusakan jalan dan jembatan dapat menghambat distribusi bantuan kepada masyarakat.

 

Salah satu lokasi yang dilaporkan terdampak adalah Jembatan Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

 

Prof Sutan Nasomal meminta pemerintah segera melakukan pemetaan akses yang terputus agar distribusi logistik, obat-obatan, tenaga medis, dan kebutuhan pengungsi tidak terhambat.

 

“Kalau akses jalan dan jembatan terganggu, bantuan dari pemerintah maupun relawan akan sulit masuk. Karena itu, selain mendirikan tenda pengungsian, pemerintah harus memastikan jalur distribusi bantuan tetap terbuka,” katanya.

 

Prof Sutan Nasomal menekankan bahwa penanganan bencana membutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB/BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, serta organisasi kemanusiaan.

 

Ia juga mengingatkan agar seluruh bantuan kemanusiaan dikelola secara transparan dan tepat sasaran.

 

“Ini situasi kemanusiaan. Jangan sampai bantuan untuk korban bencana disalahgunakan. Pemerintah harus memastikan setiap bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

 

Prof Sutan Nasomal berharap Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap kondisi masyarakat terdampak di NTT dan memastikan penanganan darurat berjalan cepat, terkoordinasi, serta berkelanjutan sampai masyarakat dapat kembali ke tempat tinggal yang aman.

 

(Tim)

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Prof DR Sutan Nasomal SH MH Soroti Klarifikasi Suami Fenny Frans: Jangan Alihkan Pokok Persoalan, Perminta’an Ma’af Terbuka Dinilai Lebih Tepat

Dewi Sari

16 Okt 2026, 20:02

MAKASSAR, || RADAR WARTA NASIONAL –  Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., pakar hukum internasional sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), menyoroti klarifikasi Mustadir Dg Sila, suami pemilik merek skincare Fenny Frans, terkait polemik penyebutan wartawan dengan istilah “anak kodok” dalam siaran langsung di TikTok.   Menurut Prof Sutan, klarifikasi seharusnya menjawab substansi …

LAKA LANTAS Beruntun di JALINSUM – Sergai, Sopir Angkot Diduga Tewas dan Sembilan Orang Luka-luka

Taer

14 Okt 2026, 23:20

SERDANG BEDAGAI || RADAR WARTA NASIONAL – Kecelaka’an beruntun yang melibatkan satu unit angkutan kota (angkot) dan dua truk terjadi di Jl. Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan–Tebing Tinggi, Lingkungan Pasiran, dekat Jembatan Sungai Ular, Kel. Simpang Tiga Pekan, Kec. Perbaungan, Kab. Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut) pada Rabu (14/10/2026) sekira jam 08.00 WIB.   Dalam peristiwa …

Duga’an Perminta’an Uang Dilaporkan ke Divpropam Polri, Dua Personel Polda Jambi Disorot

Taer

14 Okt 2026, 09:50

JAMBI|| RADAR WARTA NASIONAL – Penanganan pengaduan duga’an ketidak profesionalan dalam bertugas yakni perminta’an uang yang dikaitkan dengan perkara pidana di Subdit Harda Ditreskrimum Polda Jambi kini menjadi perhatian. Dua oknum personel POLRI , yakni Iptu S*parn* dan Aipda G*st* Kr*sn* Y*d*, disebut dalam laporan yang diajukan Joni ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri. …

Prof Dr Sutan Nasomal Minta Kapolri Perintahkan Kapolda Riau Usut Dugaan Penyekapan Advokat Perempuan di Pekanbaru

Dewi Sari

12 Okt 2026, 22:37

JAKARTA || RWN.CO.ID – Pakar Hukum Internasional Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH, meminta Kapolri memerintahkan Kapolda Riau bersama Kapolresta Pekanbaru mengusut tuntas dugaan kekerasan, intimidasi, dan penyekapan terhadap advokat perempuan Desi Silvia Angraini, SH, MH, saat menjalankan tugas profesinya.   Prof Sutan Nasomal SH MH., menegaskan, aparat penegak hukum perlu mengungkap fakta secara objektif …

Duga’an Perundungan Siswa Kelas I SDN Warakas 03, Penanganan Sekolah Dipertanyakan

Taer

10 Okt 2026, 09:54

    JAKUT || RWN.CO.ID – Penanganan duga’an perundungan terhadap siswa berinisial N (8), siswa kelas I C SDN Warakas 03, Jakarta Utara, menuai sorotan. Selain dugaan kekerasan fisik yang dialami korban, pemanggilan orang tua siswa oleh pihak sekolah pada Jum’at (9/10/2026) turut memunculkan pertanyaan mengenai proses penyelesaian kasus tersebut.   Peristiwa bermula pada Rabu …

Duga’an Pelecehan Seksual di SMAN 25 Kabupaten Tangerang Mencuat, Lebih dari 10 Siswi Disebut Mengaku Jadi Korban

Taer

10 Okt 2026, 09:24

KABUPATEN TANGERANG || Duga’an pelecehan seksual di lingkungan SMAN 25 Kabupaten Tangerang mencuat setelah muncul informasi mengenai lebih dari 10 siswi yang disebut mengaku mengalami perlakuan tidak pantas dari oknum tenaga pendidik. Duga’an tersebut memicu desakan agar kasus diperiksa secara menyeluruh, independen, dan transparan.   Informasi awal mengenai dugaan kasus ini disebut beredar melalui komunikasi …