Pelebaran Jalan Betonisasi Kampung Sodong Disorot, Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Standar Muttu dan Pengawasan Dipertanyakan

AvatarDewi Sari 13 Agu 2026, 09:36 28

SODONG, TANGERANG KAB || RWN.CO.ID – Proyek pelebaran jalan betonisasi di JL. H. Suhadi, Kp. Sodong, RT.003/001, Desa Sodong, Kec.Tigaraksa, Kab. Tangerang, menuai sorotan tajam. Proyek yang semestinya menjadi fasilitas publik berkwalitas justru dipertanyakan warga karena pelaksana’an-nya dinilai terkesan terburu-buru dan diduga tidak sepenuhnya mengikuti spesifikasi tekhnis yang seharusnya (12/8/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah kondisi pekerjaan yang menjadi perhatian, di antaranya pemadatan tanah yang dinilai tidak merata, material hamparan yang masih bercampur dengan batu berukuran cukup besar, serta lapisan pengerasan yang dipertanyakan ketebalan dan kualitasnya.

Yang lebih serius, warga juga mempertanyakan mutu beton yang digunakan. Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan adanya spesifikasi muttu beton K-300 yang seharusnya dipenuhi. Namun, masyarakat mempertanyakan apakah mutu beton yang digunakan benar-benar sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen pekerja’an.

Jika benar terjadi pengurangan spesifikasi atau penggunaan material yang tidak sesuai kontrak, persoalannya bukan lagi sekedar soal tampilan jalan. Hal tersebut menyangkut kualitas pekerjaan, umur layanan infrastruktur, serta pertanggungjawaban terhadap anggaran yang digunakan.

“Kami sangat kecewa. Pekerja’an ini seharusnya dilakukan sesuai standar, bukan cuma selesai. Kalau dari awal kwalitasnya dipertanyakan, kami khawatir jalan cepat rusak,” ujar seorang warga RT 03 yang meminta namanya tidak disebutkan, Rabu (12/8/2026).

Persoalan lain yang tak kalah penting adalah pengawasan. Warga mengaku tidak melihat pengawas berada secara konsisten di lokasi ketika pekerjaan berlangsung.

Padahal, pengawasan bukan formalitas. Pengawas seharusnya memastikan tahapan pekerja’an, kwalitas material, ketebalan lapisan, mutu beton, hingga metode pelaksanaan benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Pertanya’an-nya sederhana, siapa yang mengawasi kwalitas pekerja’an ini ketika material dan beton dihampar di lapangan..?

Jangan sampai pengawasan baru terlihat ketika pekerja’an sudah selesai dan kemudian masyarakat diminta menerima hasilnya begitu saja.

⚠️Keterangan Pelaksana dan Mandor Berbeda

Tim investigasi juga meminta keterangan pihak yang berada di lokasi. Pelaksana lapangan bernama Enjeni menyatakan bahwa pekerja’an yang dilakukan sudah sesuai.

Namun, keterangan berbeda disampaikan seorang mandor pekerja. Mandor tersebut justru mengungkapkan bahwa terdapat pekerja’an yang menurutnya tidak sesuai.

“Ini semua pekerja’an sudah tidak sesuai, Pak. Kami hanya diperintahkan mengerjakan. Itu perintah dari bos Hilman,” ujar mandor tersebut.

Perbeda’an keterangan ini tentu perlu dijawab secara terbuka oleh pihak yang bertanggung jawab atas proyek.

Jika pelaksana menyatakan pekerja’an sudah sesuai, maka sangat wajar apabila masyarakat meminta bukti: mana spesifikasi teknisnya, berapa ketebalan yang dipersyaratkan, berapa muttu beton yang digunakan, dan bagaimana hasil pengujian mutunya..?

Jangan hanya mengatakan “sudah sesuai” tanpa membuka dasar tekhnis yang dapat diperiksa.

Papan Informasi Proyek Tidak Terlihat. Sorotan semakin menguat karena tim investigasi tidak menemukan papan informasi proyek di lokasi.

Padahal, apabila proyek tersebut bersumber dari anggaran pemerintah, informasi mengenai sumber dana, nilai pekerjaan, pelaksana, volume pekerja’an, waktu pelaksanaan, serta informasi penting lainnya semestinya dapat diketahui masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketiada’an papan informasi membuat publik bertanya-tanya proyek ini menggunakan anggaran berapa, berasal dari mana, siapa pelaksananya, dan apa spesifikasi lengkap pekerja’annya..?

Masyarakat bukan cuma sekedar pengguna jalan. Mereka juga memiliki kepentingan untuk mengetahui bagaimana anggaran publik digunakan.

Karena itu, duga’an bahwa tidak dipasangnya papan informasi (KIP) kesan kentara sengaja dilakukan untuk menutupi nilai anggaran atau spesifikasi pekerja’an tidak boleh langsung dianggap sebagai fakta sebelum ada bukti. Namun, kondisi tersebut patut dipertanyakan dan harus dijelaskan oleh pihak terkait.

✔️ Jangan Sampai Anggaran Publik Hanya Menghasilkan Jalan yang Cepat Rusak

Pemerintah dan pihak pelaksana harus memahami bahwa proyek infrastruktur bukan sekadar mengejar pekerja’an selesai secara administratif.

Jalan yang dibangun dengan uang pajak rakyat harus memiliki kwalitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Jika benar terdapat penyimpangan spesifikasi, lemahnya pengawasan, atau pengguna’an material yang tidak sesuai kontrak, maka harus dilakukan pemeriksa’an secara serius.

Warga meminta Pemerintah Desa Sodong, Kec. Tigaraksa, serta instansi tekhnis terkait turun langsung melakukan pengecekan. Bila diperlukan, pemeriksa’an dapat mencakup pengukuran volume, ketebalan pekerjaan, pemeriksaan dokumen kontrak, serta pengujian muttu beton secara tekhnis.

Jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan jalan baru yang terlihat bagus dari atas, tetapi menyimpan persoalan kwalitas di bawahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun Pemdes Sodong belum memberikan tanggapan resmi terkait berbagai pertanyaan yang disampaikan warga.

Media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pelaksana proyek, pihak yang disebut bernama Hilman, pemerintah desa, maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan secara terbuka dan berimbang. ***

(Een.S)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Prof DR Sutan Nasomal SH MH Soroti Klarifikasi Suami Fenny Frans: Jangan Alihkan Pokok Persoalan, Perminta’an Ma’af Terbuka Dinilai Lebih Tepat

Dewi Sari

16 Okt 2026, 20:02

MAKASSAR, || RADAR WARTA NASIONAL –  Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., pakar hukum internasional sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), menyoroti klarifikasi Mustadir Dg Sila, suami pemilik merek skincare Fenny Frans, terkait polemik penyebutan wartawan dengan istilah “anak kodok” dalam siaran langsung di TikTok.   Menurut Prof Sutan, klarifikasi seharusnya menjawab substansi …

Duga’an Perminta’an Uang Dilaporkan ke Divpropam Polri, Dua Personel Polda Jambi Disorot

Taer

14 Okt 2026, 09:50

JAMBI|| RADAR WARTA NASIONAL – Penanganan pengaduan duga’an ketidak profesionalan dalam bertugas yakni perminta’an uang yang dikaitkan dengan perkara pidana di Subdit Harda Ditreskrimum Polda Jambi kini menjadi perhatian. Dua oknum personel POLRI , yakni Iptu S*parn* dan Aipda G*st* Kr*sn* Y*d*, disebut dalam laporan yang diajukan Joni ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri. …

Karyawan CV. Global Jaya Minta Pemkot Tangerang Kedepankan Dialog, Nasib Pekerja Jadi Perhatian

Taer

13 Okt 2026, 12:32

TANGERANG ||  RADAR WARTA NASIONAL –   Rencana penyegelan lokasi usaha CV Global Jaya di kawasan Bugel, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, memunculkan kekhawatiran di kalangan karyawan. Puluhan pekerja berharap pemerintah mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang berpotensi timbul apabila aktivitas perusaha’an dihentikan.   Aspirasi tersebut disampaikan seorang narasumber berinisial D saat ditemui di lokasi usaha, Senin …

HUT KE-31, PERUMDA TIRTA BENTENG SANTUNI 464 ANAK YATIM DAN GELAR DO’A ISTISQA

Dewi Sari

12 Okt 2026, 14:48

  TANGKOT |RWN.CO.ID – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31, Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang menggelar istighosah, doa istisqa, dan santunan anak yatim bersama Wali Kota Tangerang H. Sachrudin dan Wakil Wali Kota H. Maryono, Senin (12/10/2026). Kegiatan berlangsung di halaman Perumda Tirta Benteng, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Sebanyak 464 anak yatim dari …

Pakar hukum dan ekonom desak pemerintah evaluasi sistem perpajakan, ringankan beban masyarakat kecil, serta dorong penurunan biaya listrik dan BBM

Dewi Sari

10 Okt 2026, 19:03

  JAKARTA || RWN.CO.ID – Penerima’an pajak negara yang mencapai Rp1.409 triliun hingga Agustus 2026 menjadi sorotan Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH. Ia mempertanyakan efektivitas pemanfaatan penerimaan negara tersebut di tengah keluhan masyarakat mengenai penurunan daya beli, sulitnya mencari penghasilan, dan melemahnya aktivitas pasar tradisional.   Dalam keterangannya kepada sejumlah pemimpin redaksi media cetak …

Duga’an Perundungan Siswa Kelas I SDN Warakas 03, Penanganan Sekolah Dipertanyakan

Taer

10 Okt 2026, 09:54

    JAKUT || RWN.CO.ID – Penanganan duga’an perundungan terhadap siswa berinisial N (8), siswa kelas I C SDN Warakas 03, Jakarta Utara, menuai sorotan. Selain dugaan kekerasan fisik yang dialami korban, pemanggilan orang tua siswa oleh pihak sekolah pada Jum’at (9/10/2026) turut memunculkan pertanyaan mengenai proses penyelesaian kasus tersebut.   Peristiwa bermula pada Rabu …