Pakar hukum dan ekonom desak pemerintah evaluasi sistem perpajakan, ringankan beban masyarakat kecil, serta dorong penurunan biaya listrik dan BBM

AvatarDewi Sari 10 Okt 2026, 19:03 16

 

JAKARTA || RWN.CO.ID – Penerima’an pajak negara yang mencapai Rp1.409 triliun hingga Agustus 2026 menjadi sorotan Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH. Ia mempertanyakan efektivitas pemanfaatan penerimaan negara tersebut di tengah keluhan masyarakat mengenai penurunan daya beli, sulitnya mencari penghasilan, dan melemahnya aktivitas pasar tradisional.

 

Dalam keterangannya kepada sejumlah pemimpin redaksi media cetak dan daring melalui sambungan telepon seluler dari Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka di Cijantung, Jakarta, Kamis (8/10/2026), Sutan meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan perpajakan agar lebih adil dan berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

 

Berdasarkan paparan APBN KiTa Edisi September yang dikutip dalam bahan pemberitaan, penerimaan pajak hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp1.409 triliun atau tumbuh 24,1 persen secara tahunan. Angka tersebut setara dengan 59,8 persen dari target penerimaan pajak APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun.

 

Sementara itu, target penerimaan pajak pada 2027 disebut mencapai Rp2.593 triliun.

 

“Pemerintah harus membedakan beban pajak berdasarkan kemampuan ekonomi masyarakat. Jangan sampai masyarakat kecil yang sedang kesulitan justru semakin terbebani. Kebijakan perpajakan harus mempertimbangkan kondisi ekonomi rakyat,” ujar Prof Sutan.

 

## Pajak Besar, Daya Beli Masyarakat Melemah

 

Prof Sutan mengaku menerima berbagai aduan masyarakat yang mengeluhkan kesulitan ekonomi. Menurutnya, sebagian warga telah menghabiskan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara peluang usaha dan sumber penghasilan semakin terbatas.

 

Ia juga menyoroti pendapatan pengemudi ojek daring (ojol) yang, berdasarkan aduan yang diterimanya, dapat merosot hingga sekitar Rp30.000 per hari. Pendapatan tersebut dinilai tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

 

Kondisi serupa, lanjutnya, dirasakan pedagang pasar tradisional. Sejumlah pedagang disebut terpaksa menutup kios karena sepinya pembeli dan menurunnya kemampuan belanja masyarakat.

 

“Pemerintah jangan hanya mengejar target penerimaan pajak. Yang harus diperhatikan juga adalah bagaimana uang negara digunakan untuk memperbaiki kehidupan rakyat, membuka peluang usaha, dan meningkatkan daya beli masyarakat,” tegasnya.

 

## Usulkan Tarif Listrik Turun 25 Persen

 

Guru besar sutan mengusulkan agar pemerintah mengevaluasi tarif listrik dan mempertimbangkan penurunan hingga 25 persen bagi seluruh golongan pelanggan, dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan kemampuan keuangan negara.

 

Menurutnya, biaya listrik menjadi salah satu beban rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Penurunan biaya energi, apabila memungkinkan secara fiskal, dinilai dapat membantu menjaga daya beli sekaligus menekan biaya operasional usaha.

 

Ia juga meminta pemerintah mengevaluasi harga bahan bakar minyak (BBM) dan menjaga ketersediaan pasokan agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu.

 

“Listrik dan BBM berkaitan langsung dengan kebutuhan rumah tangga, transportasi, serta kegiatan usaha. Pemerintah perlu mencari kebijakan yang membuat beban masyarakat lebih ringan dan roda ekonomi kembali bergerak,” katanya.

 

## Pemerintah Diminta Membuktikan Manfaat Pajak

 

Menilai besarnya penerima’an negara harus diikuti manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat. Menurutnya, kebijakan anggaran perlu diarahkan untuk memperkuat perlindungan sosial, memperluas kesempatan kerja, mendukung usaha kecil, serta menghidupkan kembali pasar tradisional.

 

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak mengabaikan kelompok masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.

 

Prof Sutan pun mengajak tokoh masyarakat dan seluruh elemen bangsa untuk ikut mengawasi kondisi sosial-ekonomi serta menyampaikan aspirasi masyarakat melalui jalur yang konstruktif.

 

“Jangan biarkan masyarakat semakin terpuruk di tengah besarnya penerimaan negara. Pemerintah harus memastikan kebijakan fiskal benar-benar memberikan manfa’at bagi rakyat, terutama mereka yang paling rentan secara ekonomi,” tutupnya.

 

Tim

Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH, pakar hukum internasional dan ekonom, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), serta pimpinan sejumlah lembaga pendidikan dan organisasi sosial.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Prof DR Sutan Nasomal SH MH Soroti Klarifikasi Suami Fenny Frans: Jangan Alihkan Pokok Persoalan, Perminta’an Ma’af Terbuka Dinilai Lebih Tepat

Dewi Sari

16 Okt 2026, 20:02

MAKASSAR, || RADAR WARTA NASIONAL –  Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., pakar hukum internasional sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), menyoroti klarifikasi Mustadir Dg Sila, suami pemilik merek skincare Fenny Frans, terkait polemik penyebutan wartawan dengan istilah “anak kodok” dalam siaran langsung di TikTok.   Menurut Prof Sutan, klarifikasi seharusnya menjawab substansi …

Duga’an Perminta’an Uang Dilaporkan ke Divpropam Polri, Dua Personel Polda Jambi Disorot

Taer

14 Okt 2026, 09:50

JAMBI|| RADAR WARTA NASIONAL – Penanganan pengaduan duga’an ketidak profesionalan dalam bertugas yakni perminta’an uang yang dikaitkan dengan perkara pidana di Subdit Harda Ditreskrimum Polda Jambi kini menjadi perhatian. Dua oknum personel POLRI , yakni Iptu S*parn* dan Aipda G*st* Kr*sn* Y*d*, disebut dalam laporan yang diajukan Joni ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri. …

Perpanjangan Konsesi Tol Cawang–Tanjung Priok–Pluit hingga 2060 Disorot, Dasar Hukum dan Biaya Proyek Dipertanyakan

Supri Oleng

13 Okt 2026, 00:47

JAKARTA || RWN.CO.ID –  Perpanjangan konsesi Jalan Tol Cawang–Tanjung Priok–Pluit hingga 2060 diduga menjadi sorotan sejumlah aktivis dan pengamat. Dalam sebuah forum diskusi, mereka mempertanyakan dasar hukum perpanjangan konsesi, mekanisme pengelolaan, serta pembiayaan pembangunan Harbour Road II atau Harbour Toll II.   Salah seorang pemapar yang membahas aspek hukum dan ekonomi menilai, kebijakan perpanjangan konsesi …

HUT ke-50 HIPPI, Novi Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi dan Kolaborasi

Taer

12 Okt 2026, 21:26

JAKARTA || RWN.CO.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) menjadi momentum untuk memperkuat peran pengusaha pribumi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).   Novi, perwakilan DPP HIPPI dari Divisi Perdagangan, menyampaikan bahwa penguatan UMKM menjadi salah satu langkah penting untuk membantu …

Duga’an Perundungan Siswa Kelas I SDN Warakas 03, Penanganan Sekolah Dipertanyakan

Taer

10 Okt 2026, 09:54

    JAKUT || RWN.CO.ID – Penanganan duga’an perundungan terhadap siswa berinisial N (8), siswa kelas I C SDN Warakas 03, Jakarta Utara, menuai sorotan. Selain dugaan kekerasan fisik yang dialami korban, pemanggilan orang tua siswa oleh pihak sekolah pada Jum’at (9/10/2026) turut memunculkan pertanyaan mengenai proses penyelesaian kasus tersebut.   Peristiwa bermula pada Rabu …

Duga’an Pelecehan Seksual di SMAN 25 Kabupaten Tangerang Mencuat, Lebih dari 10 Siswi Disebut Mengaku Jadi Korban

Taer

10 Okt 2026, 09:24

KABUPATEN TANGERANG || Duga’an pelecehan seksual di lingkungan SMAN 25 Kabupaten Tangerang mencuat setelah muncul informasi mengenai lebih dari 10 siswi yang disebut mengaku mengalami perlakuan tidak pantas dari oknum tenaga pendidik. Duga’an tersebut memicu desakan agar kasus diperiksa secara menyeluruh, independen, dan transparan.   Informasi awal mengenai dugaan kasus ini disebut beredar melalui komunikasi …