Leni Mengaku Terlilit Utang Usai Bangun Dapur MBG.?! Modal Digadaikan, Suami Jatuh Sakit

AvatarTaer 06 Okt 2026, 16:30 124

JAKARTA || Radar Warta Nasional – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program pemerintah dinilai sebagai program mulia untuk masyarakat. Namun, bagi Leni, warga asal Toraja, Tana Toraja, program tersebut justru membawa persoalan berat setelah modal yang digunakan untuk membangun dapur MBG berasal dari pinjaman dan barang berharga milik keluarga maupun teman.

 

Leni mengaku telah menggadaikan berbagai aset untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dapur MBG. Mulai dari pinjaman bank, Pegadaian, kendaraan milik keluarga dan teman, hingga emas milik orang tua, saudara, serta teman.

 

“Semua saya gadaikan untuk membangun dapur ini. Mobil keluarga, emas orang tua, saudara dan teman saya gadaikan. Satu per satu sudah ditarik dan ada yang sudah dilelang,” ungkap Leni.

 

Menurut Leni, kondisi tersebut semakin berat karena dapur yang dibangun belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. Sementara itu, sejumlah kewajiban kepada toko bangunan dan tenaga kerja yang terlibat dalam pembangunan belum seluruhnya dapat dibayarkan.

 

Ia juga menyebut kondisi kesehatan suaminya ikut terdampak. Suaminya disebut mengalami komplikasi penyakit dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Beban pikiran akibat tagihan utang, menurut Leni, turut memperburuk kondisi tersebut.

 

“Suami saya sakit komplikasi. Setiap ditagih dan memikirkan utang, dia pusing. Kami sudah tidak mampu lagi bergerak karena modal sudah habis,” katanya.

 

Leni mengatakan, sejak sekitar lima bulan terakhir dirinya terus menghadapi penagihan. Ia bahkan memilih berada di Jakarta karena tidak sanggup menghadapi tekanan dari para pihak yang menagih pembayaran.

 

Menurutnya, ketika pembangunan dapur dilakukan, terdapat pemahaman berdasarkan petunjuk teknis awal bahwa pengelola akan memperoleh keuntungan dan insentif. Hal tersebut membuatnya berani melakukan percepatan pembangunan.

 

“Waktu itu kami berpikir akan mendapatkan keuntungan dan insentif seperti yang dijanjikan dalam juknis awal. Karena itu kami berani membangun dengan cepat, sekitar 35 hari,” ujarnya.

 

Namun, kondisi yang terjadi kemudian membuat Leni tidak lagi mempersoalkan keuntungan. Ia hanya berharap modal yang telah dikeluarkan dapat dikembalikan sehingga utang kepada bank, Pegadaian, toko bangunan, pekerja, keluarga dan teman dapat diselesaikan.

 

“Saya tidak mau untung lagi. Saya hanya minta modal saya dikembalikan supaya saya bisa membayar semua utang. Saya ingin suami saya sehat kembali dan tidak dikejar-kejar utang,” kata Leni.

 

Ia juga menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada dirinya. Sejumlah pekerja dan toko bangunan yang belum menerima pembayaran juga disebut ikut menjadi korban karena pembangunan dapur tersebut.

 

Leni berharap pemerintah dapat memberikan solusi dan memastikan pihak yang telah mengeluarkan modal untuk mendukung pelaksanaan program MBG tidak dibiarkan menanggung beban sendiri.

 

“Ini program pemerintah, program yang mulia. Tetapi jangan sampai rakyat kecil yang ikut mendukung justru menjadi korban,” pungkasnya.

 

Pewarta : Supri Oleng

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Prof DR Sutan Nasomal SH MH Soroti Klarifikasi Suami Fenny Frans: Jangan Alihkan Pokok Persoalan, Perminta’an Ma’af Terbuka Dinilai Lebih Tepat

Dewi Sari

16 Okt 2026, 20:02

MAKASSAR, || RADAR WARTA NASIONAL –  Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., pakar hukum internasional sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), menyoroti klarifikasi Mustadir Dg Sila, suami pemilik merek skincare Fenny Frans, terkait polemik penyebutan wartawan dengan istilah “anak kodok” dalam siaran langsung di TikTok.   Menurut Prof Sutan, klarifikasi seharusnya menjawab substansi …

Duga’an Perminta’an Uang Dilaporkan ke Divpropam Polri, Dua Personel Polda Jambi Disorot

Taer

14 Okt 2026, 09:50

JAMBI|| RADAR WARTA NASIONAL – Penanganan pengaduan duga’an ketidak profesionalan dalam bertugas yakni perminta’an uang yang dikaitkan dengan perkara pidana di Subdit Harda Ditreskrimum Polda Jambi kini menjadi perhatian. Dua oknum personel POLRI , yakni Iptu S*parn* dan Aipda G*st* Kr*sn* Y*d*, disebut dalam laporan yang diajukan Joni ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri. …

HUT KE-31, PERUMDA TIRTA BENTENG SANTUNI 464 ANAK YATIM DAN GELAR DO’A ISTISQA

Dewi Sari

12 Okt 2026, 14:48

  TANGKOT |RWN.CO.ID – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31, Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang menggelar istighosah, doa istisqa, dan santunan anak yatim bersama Wali Kota Tangerang H. Sachrudin dan Wakil Wali Kota H. Maryono, Senin (12/10/2026). Kegiatan berlangsung di halaman Perumda Tirta Benteng, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Sebanyak 464 anak yatim dari …

Pakar hukum dan ekonom desak pemerintah evaluasi sistem perpajakan, ringankan beban masyarakat kecil, serta dorong penurunan biaya listrik dan BBM

Dewi Sari

10 Okt 2026, 19:03

  JAKARTA || RWN.CO.ID – Penerima’an pajak negara yang mencapai Rp1.409 triliun hingga Agustus 2026 menjadi sorotan Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH. Ia mempertanyakan efektivitas pemanfaatan penerimaan negara tersebut di tengah keluhan masyarakat mengenai penurunan daya beli, sulitnya mencari penghasilan, dan melemahnya aktivitas pasar tradisional.   Dalam keterangannya kepada sejumlah pemimpin redaksi media cetak …

Duga’an Perundungan Siswa Kelas I SDN Warakas 03, Penanganan Sekolah Dipertanyakan

Taer

10 Okt 2026, 09:54

    JAKUT || RWN.CO.ID – Penanganan duga’an perundungan terhadap siswa berinisial N (8), siswa kelas I C SDN Warakas 03, Jakarta Utara, menuai sorotan. Selain dugaan kekerasan fisik yang dialami korban, pemanggilan orang tua siswa oleh pihak sekolah pada Jum’at (9/10/2026) turut memunculkan pertanyaan mengenai proses penyelesaian kasus tersebut.   Peristiwa bermula pada Rabu …

Duga’an Pelecehan Seksual di SMAN 25 Kabupaten Tangerang Mencuat, Lebih dari 10 Siswi Disebut Mengaku Jadi Korban

Taer

10 Okt 2026, 09:24

KABUPATEN TANGERANG || Duga’an pelecehan seksual di lingkungan SMAN 25 Kabupaten Tangerang mencuat setelah muncul informasi mengenai lebih dari 10 siswi yang disebut mengaku mengalami perlakuan tidak pantas dari oknum tenaga pendidik. Duga’an tersebut memicu desakan agar kasus diperiksa secara menyeluruh, independen, dan transparan.   Informasi awal mengenai dugaan kasus ini disebut beredar melalui komunikasi …