Duga’an Kesenjangan Penyaluran Bantuan Banjir Bireuen, Prof. Sutan Nasomal Desak Audit Menyeluruh

AvatarTaer 15 Agu 2026, 17:09 13

BIREUEN, ACEH || RWN.CO.ID – Tata kelola penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir di Kab. Bireuen, Aceh, diduga menjadi sorotan setelah muncul informasi mengenai kesenjangan antara jumlah korban terdampak dengan jumlah warga yang disebut telah menerima bantuan.

 

Berdasarkan keterangan yang dikaitkan dengan Bupati Bireuen, H. Mukhlis, terdapat sekitar 32.000 warga terdampak banjir, sementara sekitar 4.000 warga disebut telah menerima bantuan. Jika data tersebut benar, masih terdapat sekitar 28.000 warga yang perlu dipastikan status penerima’an bantuan nya.

 

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Profesor Doktor KH Alhamdhu Sutan Nasomal, S.H., M.H. Ia meminta pemerintah melakukan audit dan verifikasi menyeluruh agar tidak terjadi kesenjangan antara data administratif dengan kondisi nyata di lapangan.

 

“Presiden Prabowo Subianto perlu memerintahkan Wakil Presiden bersama kementerian dan lembaga terkait untuk mengaudit serta mengurai hambatan penyaluran bantuan di Kabupaten Bireuen. Yang terpenting bukan hanya memastikan bantuan tersedia, tetapi memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak,” ujar Prof. Sutan Nasomal.

 

Duga’an belum meratanya bantuan juga muncul dari keterangan sejumlah warga di Arabungong, Dusun Blang Awe, Kec. Peudada.

 

Seorang warga mengaku belum menerima paket bantuan logistik dari pemerintah daerah sejak banjir melanda wilayah tersebut.

 

  • “Ini yang kami alami sendiri. Di Arabungong, Dusun Blang Awe, bantuan belum kami terima,” ungkap warga tersebut.

 

Namun, keterangan tersebut masih perlu diverifikasi secara faktual oleh pemerintah dan pihak terkait. Pemeriksa’an lapangan penting dilakukan untuk memastikan apakah terdapat warga yang belum terdata, belum menerima bantuan, atau bantuan sebenarnya telah disalurkan tetapi belum sampai ke seluruh titik terdampak.

 

Prof. Sutan Nasomal menilai perbeda’an data tersebut perlu diurai secara transparan. Audit tidak harus dimaknai sebagai upaya mencari kesalahan pihak tertentu, tetapi sebagai mekanisme untuk memastikan bantuan kebencana’an berjalan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Menurutnya, sedikitnya terdapat lima hal yang perlu diverifikasi:

 

1. Validasi jumlah riil warga terdampak.

2. Identitas warga yang telah dan belum menerima bantuan.

3. Jenis serta volume bantuan yang telah disalurkan.

4. Waktu dan jalur distribusi bantuan.

5. Kendala teknis yang menyebabkan sebagian warga belum menerima bantuan.

 

  • “Bencana bukan cuma semata-mata persoalan angka dan administrasi. Di balik data tersebut ada masyarakat yang membutuhkan makanan, air, tempat tinggal, serta kebutuhan dasar lainnya. Karena itu, transparansi dan akuntabilitas penyaluran harus menjadi prioritas,” tegasnya.

 

Prof. Sutan Nasomal juga mendorong Pemerintah Kabupaten Bireuen, Pemerintah Aceh, BPBD, serta kementerian dan lembaga terkait membuka data penyaluran bantuan secara jelas agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana bantuan telah diberikan.

 

Ia menegaskan, apabila terdapat perbedaan antara data penerima dengan kondisi lapangan, pemerintah perlu segera melakukan koreksi dan distribusi ulang kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

 

  • “Jangan sampai persoalan berhenti pada laporan administrasi. Yang harus menjadi ukuran adalah apakah bantuan benar-benar diterima oleh korban banjir,” tutup prof sutan.

 

Redaksi Radar Warta Nasional membuka ruang klarifikasi dan hak jawab dari Pemkab Bireuen, BPBD, Pemerintah Aceh, maupun pihak terkait lainnya guna memberikan penjelasan resmi mengenai data korban dan realisasi penyaluran bantuan tersebut.***

 

 

TIM Kontributor

 

Sumber : Prof. Dr. KH Alhamdhu Sutan Nasomal, S.H., M.H., Pakar Hukum Internasional dan Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka Jenderal Kompii, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), Ketua Umum YPLBH Prof. Sutan Nasomal, S.H., M.H., serta Rektor STIA-STIH Pronass.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
KPK Tetapkan Bupati Klaten dan Kepala BKP Jateng jadi Tersangka Kasus Suap

Supri Oleng

17 Okt 2026, 19:49

  Kabupaten Klaten-propinsi Jawa Tengah, setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif selama 1×24 jam, akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa serta dugaan suap hasil audit keuangan pemkab Klaten oleh Badan Pemeriksaan Keuangan ( BPK).   KPK menjelaskan dua di antaranya yakni Bupati Klaten …

Prof DR Sutan Nasomal SH MH Soroti Klarifikasi Suami Fenny Frans: Jangan Alihkan Pokok Persoalan, Perminta’an Ma’af Terbuka Dinilai Lebih Tepat

Dewi Sari

16 Okt 2026, 20:02

MAKASSAR, || RADAR WARTA NASIONAL –  Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., pakar hukum internasional sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), menyoroti klarifikasi Mustadir Dg Sila, suami pemilik merek skincare Fenny Frans, terkait polemik penyebutan wartawan dengan istilah “anak kodok” dalam siaran langsung di TikTok.   Menurut Prof Sutan, klarifikasi seharusnya menjawab substansi …

Duga’an Perminta’an Uang Dilaporkan ke Divpropam Polri, Dua Personel Polda Jambi Disorot

Taer

14 Okt 2026, 09:50

JAMBI|| RADAR WARTA NASIONAL – Penanganan pengaduan duga’an ketidak profesionalan dalam bertugas yakni perminta’an uang yang dikaitkan dengan perkara pidana di Subdit Harda Ditreskrimum Polda Jambi kini menjadi perhatian. Dua oknum personel POLRI , yakni Iptu S*parn* dan Aipda G*st* Kr*sn* Y*d*, disebut dalam laporan yang diajukan Joni ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri. …

Karyawan CV. Global Jaya Minta Pemkot Tangerang Kedepankan Dialog, Nasib Pekerja Jadi Perhatian

Taer

13 Okt 2026, 12:32

TANGERANG ||  RADAR WARTA NASIONAL –   Rencana penyegelan lokasi usaha CV Global Jaya di kawasan Bugel, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, memunculkan kekhawatiran di kalangan karyawan. Puluhan pekerja berharap pemerintah mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang berpotensi timbul apabila aktivitas perusaha’an dihentikan.   Aspirasi tersebut disampaikan seorang narasumber berinisial D saat ditemui di lokasi usaha, Senin …

Prof Sutan Nasomal SH MH., Minta Presiden Perhatikan Kasus Said Muchtar, Dorong Evaluasi Putusan PT Aceh

Taer

12 Okt 2026, 20:59

  JAKARTA || RWN.CO.ID – Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), meminta Presiden RI memberi perhatian terhadap perkara hukum yang menjerat Said Muchtar di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Ia juga mendorong evaluasi sesuai kewenangan aparat penegak hukum dan lembaga peradilan untuk memastikan proses hukum berjalan secara adil dan …

Pakar hukum dan ekonom desak pemerintah evaluasi sistem perpajakan, ringankan beban masyarakat kecil, serta dorong penurunan biaya listrik dan BBM

Dewi Sari

10 Okt 2026, 19:03

  JAKARTA || RWN.CO.ID – Penerima’an pajak negara yang mencapai Rp1.409 triliun hingga Agustus 2026 menjadi sorotan Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH. Ia mempertanyakan efektivitas pemanfaatan penerimaan negara tersebut di tengah keluhan masyarakat mengenai penurunan daya beli, sulitnya mencari penghasilan, dan melemahnya aktivitas pasar tradisional.   Dalam keterangannya kepada sejumlah pemimpin redaksi media cetak …