PROYEK TURAP KP RAWA LUMPANG RT 019/RW 015 DITUDING TAK ENDAHI S.O.P, DISEBUT-SEBUT PAPAN INFORMASI ANGGARAN TAK TERLIHAT,PARA PEKERJA TAK DIBEKALI APD

AvatarDewi Sari 20 Sep 2026, 18:33 37

TANGERANG KAB | RADARWARTANASIONAL.CO.ID –  Pekerja’an pembangunan turap di lingkungan Kp.Rawa lumpang, Desa Salembaran Jati, Kec. Kosambi, yakni di RT 019/RW 015 di diduga menjadi sorotan miring, setelah sa’at peninjauan lapangan tidak ditemukan papan informasi proyek di sekitaran lokasi yang memuat keterangan mengenai sumber anggaran, nilai pekerja’an, pelaksana maupun jangka waktu pelaksana’an serta pekerja disinyalir sengaja tak dibekali APD / K3 demi keselamatan.

 

Peninjauan dilakukan tim investigasi pada Sabtu, 19 September 2026. Dari pantauan di lokasi, pekerjaan pembangunan turap masih berlangsung dan sejumlah pekerja terlihat melaksanakan aktivitas pembangunan, tim media massa berhasil menemui ketua lingkungan Rukun Tetangga (RT) serempat, pada pertemuan tersebut tak disangka ia pun mengtakan hal serupa yakni, dikatakan nya bahwa ia sendiri tidak tahu menahu dengan adanya kegiatan yang diduga anggaran bersumber dari pajak rakyat itu telah berlangsung.

 

” Saya juga gak tau itu, tau proyek turap siapa ..? “, katanya singkat.

 

Namun, di sekitar lokasi tidak terlihat papan informasi yang dapat memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai identitas kegiatan dan penggunaan anggaran.

 

Kondisi tersebut menimbulkan pertanya’an publik, terutama terkait sumber pembiayaan serta pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerja’an.

 

Tim kemudian meminta keterangan kepada salah seorang pekerja mengenai asal proyek dan pihak yang memberikan tugas.

 

“Kita cuman kerja di sini. Gak tau dari proyek ini punya siapa, tau dari Dinas atau dari Dewan. Kita mach disuruh kerja, itu saja,” ungkap pekerja tersebut sa’at ditemui di lokasi.

 

Keterangan pekerja itu belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan asal-usul maupun legalitas proyek. Kepastian mengenai sumber anggaran, pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan tetap perlu dikonfirmasi kepada instansi terkait.

 

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, pekerjaan tersebut disebut memiliki panjang atau volume sekitar 1.000 meter. Namun, tanpa adanya papan informasi proyek, masyarakat belum dapat mengetahui nilai anggaran yang dialokasikan maupun rincian kegiatan secara terbuka.

 

Sejumlah pertanya’an pun muncul. Apakah pekerja’an tersebut merupakan program dinas terkait, hasil usulan masyarakat melalui DPRD, atau berasal dari program pemerintah lainnya..?

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak yang bertanggung jawab atas pekerja’an tersebut belum memberikan keterangan secara terbuka kepada masyarakat di lokasi.

 

Masyarakat meminta instansi terkait memberikan penjelasan mengenai proyek tersebut, terutama menyangkut:

 

– sumber dana dan program kegiatan;

– nilai anggaran atau nilai kontrak;

– nama pelaksana pekerjaan;

– pihak pengawas kegiatan;

– volume dan jangka waktu pekerjaan; serta

– alasan tidak terlihatnya papan informasi proyek di lokasi.

 

Keterbuka’an informasi menjadi bagian penting dalam pelaksana’an pekerja’an yang menggunakan anggaran pemerintah. Dengan informasi yang jelas, masyarakat dapat mengetahui asal anggaran, tujuan kegiatan, serta pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksana’an-nya.

 

Karena itu, diperlukan klarifikasi dari jawatan dinas atau instansi yang berwenang agar tidak berkembang berbagai spekulasi di tengah masyarakat.***

 

(Alex – Teluknaga)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Karyawan CV. Global Jaya Minta Pemkot Tangerang Kedepankan Dialog, Nasib Pekerja Jadi Perhatian

Taer

13 Okt 2026, 12:32

TANGERANG ||  RADAR WARTA NASIONAL –   Rencana penyegelan lokasi usaha CV Global Jaya di kawasan Bugel, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, memunculkan kekhawatiran di kalangan karyawan. Puluhan pekerja berharap pemerintah mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang berpotensi timbul apabila aktivitas perusaha’an dihentikan.   Aspirasi tersebut disampaikan seorang narasumber berinisial D saat ditemui di lokasi usaha, Senin …

HUT KE-31, PERUMDA TIRTA BENTENG SANTUNI 464 ANAK YATIM DAN GELAR DO’A ISTISQA

Dewi Sari

12 Okt 2026, 14:48

  TANGKOT |RWN.CO.ID – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31, Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang menggelar istighosah, doa istisqa, dan santunan anak yatim bersama Wali Kota Tangerang H. Sachrudin dan Wakil Wali Kota H. Maryono, Senin (12/10/2026). Kegiatan berlangsung di halaman Perumda Tirta Benteng, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Sebanyak 464 anak yatim dari …

REHABILITASI RUAS JALAN DI KEDAUNG BARU DISOROT MIRING, DUGA’AN MUTTU DAN PENERAPAN K3 DIPERTANYAKAN

Taer

09 Okt 2026, 02:24

TANGERANG KOTA || RADAR WARTA NASIONAL – Pemerintah Kota (pemkot) Tangerang melalui Dinas Pekerja’an Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus melakukan pembenahan infrastruktur jalan. Namun, pelaksana’an proyek rehabilitasi jl. di lingkungan RW 01, Kel. Kedaung Baru, Kec. Neglasari, Kota Tangerang, menjadi sorotan miring tim kontrol sosial gabungan.   Berdasarkan pantauan pada 8 Oktober 2026 sekira …

PROYEK PEMASANGAN PIPA AIR KELURAHAN PRIUK DISOROT, PAPAN INFORMASI ANGGARAN TAK TERPASANG

Taer

07 Okt 2026, 11:24

TANGERANG KOTA || RADAR WARTA NASIONAL, CO.ID, 7 Oktober 2026 – Proyek pembangunan dan pemasangan jaringan pipa air di wilayah Kelurahan Priuk, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang, menjadi perhatian setelah tim investigasi menemukan sejumlah hal yang dinilai perlu diverifikasi terkait pelaksanaan pekerjaan di lapangan.   Hasil pemantauan tim pada Rabu (7/10/2026), antara lain menemukan tidak adanya …

Mitra MBG Yuka Afrianto Minta Kepastian: Program Dilanjutkan atau Modal Dikembalikan

Dewi Sari

06 Okt 2026, 16:46

Jakarta||  Radar Warta Nasional – Mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Yuka Afrianto, menyampaikan harapan-nya agar pemerintah memberikan kepastian kepada para mitra yang telah menyiapkan modal dan fasilitas untuk mendukung program tersebut (6/10/2026).   Menurut Yuka, pada awalnya sebagian mitra tidak langsung bersedia bekerja sama karena masih mempertanyakan kepastian program. Namun, setelah melihat MBG sebagai …

Leni Mengaku Terlilit Utang Usai Bangun Dapur MBG.?! Modal Digadaikan, Suami Jatuh Sakit

Taer

06 Okt 2026, 16:30

JAKARTA || Radar Warta Nasional – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program pemerintah dinilai sebagai program mulia untuk masyarakat. Namun, bagi Leni, warga asal Toraja, Tana Toraja, program tersebut justru membawa persoalan berat setelah modal yang digunakan untuk membangun dapur MBG berasal dari pinjaman dan barang berharga milik keluarga maupun teman.   Leni …