Seminar Internasional Bahas Sejarah Al-Qur’an, Mushaf Mashhad Razavi Jadi Sorotan Akademisi

AvatarTaer 24 Okt 2026, 09:58 48

JAKARTA || RADAR WARTA NASIONAL –  Sejarah penulisan dan transmisi teks Al-Qur’an menjadi fokus pembahasan dalam seminar internasional bertajuk  “Ancient Qur’anic Manuscripts in the History of the Qur’an: Learning from the Mashhad Razavi Manuscript” yang digelar pada Sabtu (24/10/2026).

 

Seminar tersebut menjadi forum akademik untuk membahas peran manuskrip Al-Qur’an kuno dalam menelusuri sejarah, tradisi penulisan mushaf, serta perkembangan penelitian Al-Qur’an dari masa ke masa. Mushaf Mashhad Razavi menjadi salah satu fokus utama dalam diskusi yang melibatkan akademisi, peneliti, dan pemerhati sejarah Islam.

 

Ratusan tamu undangan dan peserta dilaporkan menghadiri kegiatan tersebut. Forum ini diharapkan memperluas pemahaman mengenai pentingnya penelitian manuskrip sebagai bagian dari upaya menjaga warisan intelektual Islam.

 

Kajian terhadap manuskrip kuno tidak cukup hanya bertumpu pada usia naskah. Penelitian juga perlu memperhatikan karakter tulisan, struktur fisik, bahan yang digunakan, konteks sejarah, serta bukti-bukti yang dapat diuji melalui metode ilmiah.

 

Pendekatan tersebut penting agar setiap kesimpulan mengenai sejarah penulisan Al-Qur’an didasarkan pada sumber yang dapat diperiksa dan dipertanggungjawabkan secara akademik.

 

Akademisi Lintas Disiplin Hadir dalam Forum Internasional

 

Berdasarkan materi publikasi kegiatan, seminar mencantumkan Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. sebagai pembicara kunci dan Dr. Morteza Karimi Nia sebagai pembicara utama.

 

Sejumlah akademisi dan narasumber lain yang tercantum dalam materi acara ialah Prof. Dr. M. Darwis Hude, M.Si.; Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A.; Mooh Manachem Ali, M.Min.; serta Dr. A. Hakim Syukrie, M.Si. Diskusi dipandu oleh Muhammad Havid Rahim, M.A.

 

Kehadiran para akademisi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pertukaran gagasan mengenai penelitian manuskrip, metode kajian sejarah, dan pelestarian naskah kuno.

 

Kajian manuskrip Al-Qur’an juga melibatkan sejumlah bidang keilmuan, antara lain filologi, kodikologi, paleografi, sejarah, dan studi Al-Qur’an. Kolaborasi lintas disiplin diperlukan untuk memahami naskah secara menyeluruh, mulai dari karakter tulisan hingga konteks sosial dan sejarah yang melatarbelakanginya.

 

Pelestarian Manuskrip Menjadi Perhatian

 

Selain aspek penelitian, pelestarian manuskrip kuno menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kajian sejarah Al-Qur’an. Naskah berusia tua rentan mengalami kerusakan akibat perubahan suhu dan kelembapan, kondisi material, serta penanganan yang tidak sesuai dengan standar konservasi.

 

Karena itu, pelestarian perlu didukung dokumentasi yang memadai, konservasi profesional, digitalisasi arsip, serta pengaturan akses penelitian secara bertanggung jawab.

 

Digitalisasi dapat membantu memperluas akses akademisi terhadap dokumentasi naskah tanpa harus terlalu sering menangani dokumen aslinya. Namun, upaya tersebut tetap perlu disertai penyimpanan yang aman, metadata yang jelas, dan pengelolaan arsip yang berkelanjutan.

 

Materi publikasi kegiatan mencantumkan Cinta Kasih Fatimah Foundation, Khatam, Universitas PTIQ Jakarta, RUKMI, dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Kementerian Agama RI sebagai lembaga yang terkait dengan penyelenggaraan atau dukungan kegiatan.

 

Kolaborasi antarlembaga diharapkan membuka peluang penelitian lanjutan, pertukaran pengetahuan, penerbitan karya ilmiah, serta pengembangan akses informasi mengenai manuskrip Al-Qur’an kuno.

 

Menjaga Warisan Sejarah dengan Integritas Ilmiah

 

Keberhasilan seminar internasional tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau terlaksananya rangkaian acara. Hasil konkret berupa publikasi ilmiah, dokumentasi materi diskusi, dan kerja sama penelitian berkelanjutan juga menjadi indikator penting untuk memperluas manfaat kegiatan.

 

Mushaf Mashhad Razavi dan manuskrip Al-Qur’an kuno lainnya merupakan sumber penting bagi pengembangan pengetahuan sejarah. Namun, setiap penafsiran atas bukti manuskrip perlu disampaikan secara cermat, terbuka terhadap pengujian, dan sesuai dengan metode penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

Melalui forum internasional ini, penguatan kerja sama antara akademisi, lembaga pendidikan, peneliti, dan pemerhati manuskrip diharapkan terus berkembang. Dengan penelitian yang teliti dan pelestarian yang tepat, warisan intelektual Islam dapat dipelajari secara lebih luas sekaligus diwariskan kepada generasi mendatang.

 

(TIM/David Matius,SH)

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post

Supri Oleng

07 Nov 2026, 17:06

  TANGERANG – Seorang warga tengah berupaya mengurus dokumen kepemilikan tanah setelah Akta Jual Beli (AJB) asli miliknya dilaporkan hilang. Dokumen tersebut diperkirakan telah hilang sekitar enam bulan lalu, diduga setelah pemilik berpindah tempat tinggal.   Berdasarkan keterangan warga, hilangnya AJB baru menjadi persoalan serius ketika dirinya hendak melanjutkan proses pengurusan sertifikat tanah melalui program …

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat

Supri Oleng

07 Nov 2026, 08:13

  Jakarta – PT Jasa Raharja (Persero) bersama Korlantas Polri dan stakeholder terkait melaksanakan Survei Kesiapan Jalur Transportasi dan Pelabuhan Penyeberangan dalam rangka pengamanan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), Kamis (5/11/2026).   Survei dilakukan di sejumlah titik strategis Pelabuhan Bakauheni dan Merak untuk memastikan kesiapan infrastruktur, kelancaran lalu lintas, keselamatan transportasi, serta kualitas …

FBR GARDU 057 KUMPI TAKOK PEDULI SESAMA, SANTUNI 80 ANAK YATIM DI PULO GEBANG

Taer

06 Nov 2026, 07:09

  JAKTIM || RWN – Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama ditunjukkan Forum Betawi Rempug (FBR) Gardu 057 Kumpi Takok, Kawasan Cakung 2, dengan menggelar kegiatan santunan kepada 80 anak yatim di Jalan Raya BKT Rawa Kuning, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).   Kegiatan sosial tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan …

Proyek Paving Block JL.Rawa Rotan Disorot, Paving Lama Ditimbun dan Pengawasan Dipertanyakan

Dewi Sari

05 Nov 2026, 13:47

TANGKOT || RWN – Pengerjaan proyek pembaruan paving block di Jl. Rawa Rotan RT 05 / 04, Kel. Sepanjang, Kec. Neglasari, Kota Tangerang, menjadi sorotan setelah tim investigasi menemukan dugaan ketidaksesuaian metode pelaksanaan pekerjaan dengan standar teknis konstruksi.   Proyek yang disebut menggunakan anggaran sebesar Rp159.220 tersebut diharapkan menghasilkan akses jalan yang kuat, rata, dan …

Soroti Polemik Gibran, Pengamat Politik Dorong Pembenahan Sistem Pemilu dan Etika Kepemimpinan

Supri Oleng

04 Nov 2026, 22:09

JAKARTA – Polemik mengenai posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi salah satu perhatian dalam diskusi mengenai kepemimpinan nasional, etika politik, dan penyelenggaraan pemilu di Indonesia.   Dalam pandangannya, seorang pembicara yang berlatar belakang pendidikan Ilmu Politik Universitas Indonesia menilai bahwa persoalan tersebut tidak seharusnya hanya diarahkan pada sosok atau individu tertentu. Menurutnya, pembenahan sistem …

Perkuat Sinergi dengan Pemprov DKI

Supri Oleng

04 Nov 2026, 15:57

Perkuat Sinergi dengan Pemprov DKI Jakarta, Pewarna Indonesia Didorong Siapkan Program Kerja untuk Akses Dana Hibah dan CSR JAKARTA, RADAR WARTA NASIONAL – Organisasi Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia), khususnya jajaran pengurus PEWARNA DKI Jakarta, didorong untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta menyusun program kerja yang konkret sebagai langkah membangun kemitraan strategis dengan Pemerintah Provinsi …