Refleksi 28 Tahun Reformasi dan 98 Tahun Sumpah Pemuda, Aktivis Desak Konsolidasi Gerakan Mahasiswa

AvatarSupri Oleng 31 Okt 2026, 11:29 6

 

JAKARTA || RWN – Semangat perjuangan 1998 kembali menjadi sorotan dalam diskusi refleksi 98 tahun Sumpah Pemuda dan 28 tahun Reformasi. Sejumlah aktivis, akademisi, dan tokoh pergerakan menyampaikan kritik terhadap kondisi demokrasi, penegakan hukum, ekonomi, serta arah pemerintahan saat ini.

 

Diskusi tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan Reformasi sekaligus mengingatkan kembali pentingnya peran generasi muda dalam mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Salah satu persoalan yang mengemuka adalah kekhawatiran terhadap menguatnya kembali peran militer dalam kehidupan sipil. Para peserta menilai agenda Reformasi, termasuk penghapusan dwifungsi ABRI, harus terus dikawal agar tidak terjadi kemunduran demokrasi.

 

Dalam pandangan salah seorang pembicara, persoalan bangsa tidak cukup hanya dilihat dari pergantian kepemimpinan. Lebih penting adalah membenahi sistem, tata kelola pemerintahan, serta memastikan kebijakan negara benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.

 

Ia juga mengingatkan bahwa hubungan antara kepentingan politik dan kepentingan ekonomi dapat menjadi persoalan serius ketika regulasi lebih banyak menguntungkan kelompok pemilik modal dibandingkan masyarakat luas.

 

 

Sementara itu, perwakilan generasi muda, M. Rizki, menyampaikan bahwa situasi gerakan mahasiswa saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan.

 

Ia menilai terdapat sejumlah kemiripan antara situasi pengamanan aksi demonstrasi saat ini dengan pengalaman menjelang Reformasi 1998. Menurutnya, keterlibatan personel keamanan dalam jumlah besar serta terbatasnya ruang penyampaian aspirasi menjadi perhatian gerakan mahasiswa.

 

Rizki menegaskan bahwa gerakan mahasiswa ke depan harus membangun konsolidasi yang lebih kuat. Berbagai organisasi, komunitas, dan elemen mahasiswa perlu mengurangi sekat-sekat kelompok demi memperjuangkan kepentingan masyarakat.

 

Ia juga menyoroti persoalan pendidikan, terutama terbatasnya akses beasiswa bagi lulusan SMA yang memiliki kemampuan akademik tetapi terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

 

Selain itu, persoalan lapangan pekerjaan, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta efektivitas program pemerintah turut menjadi perhatian.

 

Menurutnya, pemerintah perlu memberikan jawaban konkret terhadap aspirasi masyarakat, bukan sekadar menyampaikan imbauan yang tidak disertai penyelesaian persoalan.

 

 

Pembicara lainnya mengingatkan bahwa pengalaman Reformasi 1998 seharusnya menjadi pelajaran penting bagi generasi sekarang.

 

Ia menilai perubahan tidak boleh sepenuhnya diserahkan kepada elite politik maupun pihak-pihak yang sedang berada dalam lingkaran kekuasaan.

 

Menurutnya, gerakan rakyat pada 1998 memiliki kekuatan karena tumbuh dari kesadaran dan konsolidasi masyarakat, bukan semata-mata mengandalkan keputusan elite politik.

 

Ia juga mengkritik kecenderungan sebagian mantan aktivis yang dinilai mulai menjauh dari cita-cita perjuangan ketika telah berada dalam lingkungan kekuasaan.

Karena itu, konsolidasi gerakan rakyat dan mahasiswa dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan agenda perubahan tetap berjalan.

 

 

Dalam diskusi tersebut, persoalan konstitusi dan penegakan hukum juga mendapat perhatian. Salah seorang pembicara menyampaikan kritik terkait persoalan pencalonan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan meminta agar dugaan pelanggaran hukum yang menjadi polemik di ruang publik dijelaskan melalui mekanisme hukum dan konstitusional.

Ia juga menyoroti korupsi yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, termasuk persoalan pelayanan kesehatan dan kesejahteraan sosial.

 

Menurutnya, kejahatan korupsi yang merugikan kemanusiaan harus mendapatkan penindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

Sementara itu, pembicara lainnya mengingatkan bahwa perjuangan Reformasi tidak boleh berhenti pada persoalan pergantian kekuasaan. Perbaikan moral kepemimpinan, pemberantasan korupsi, dan perlindungan masyarakat kecil juga harus menjadi bagian dari agenda perjuangan.

 

Ia menyinggung persoalan judi online dan pinjaman online ilegal yang semakin membebani masyarakat, khususnya kelompok ekonomi lemah.

 

 

Dalam pandangan aktivis yang hadir, 28 tahun perjalanan Reformasi seharusnya menjadi momentum untuk mengevaluasi sejauh mana cita-cita perjuangan 1998 telah diwujudkan.

 

Semangat persatuan yang diwariskan melalui Sumpah Pemuda 1928 juga dinilai tetap relevan dalam menghadapi tantangan kebangsaan saat ini.

 

Para peserta berharap mahasiswa dan generasi muda kembali mengambil peran strategis sebagai kekuatan moral dan agen perubahan.

 

Pesan utama yang mengemuka dalam diskusi tersebut adalah bahwa perjuangan membangun Indonesia tidak boleh berhenti karena pergantian generasi ataupun perubahan kekuasaan.

 

Reformasi bukan cuma catatan sejarah, melainkan agenda yang harus terus dikawal melalui keberanian menyampaikan kebenaran, persatuan gerakan, serta perjuangan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

 

 

(Apriyani)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
DPP IKAP2S INDONESIA DESAK KAPOLRI SUYUDI ARIO SETO COPOT KAPOLDA JAWA TENGAH DAN DIR INTELKAM: JANGAN BIARKAN PESANTREN MENJADI KORBAN PENEGAKAN HUKUM YANG DIDUGA MELANGGAR PROSEDUR

Supri Oleng

03 Nov 2026, 10:27

JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Alumni Antar Pondok Pesantren dan Simpatisan (DPP IKAP2S) Indonesia mendesak Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengambil langkah tegas dengan mengevaluasi dan mempertimbangkan pencopotan Kapolda Jawa Tengah serta Direktur Intelijen dan Keamanan (Dir Intelkam) Polda Jawa Tengah menyusul polemik tindakan penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an di wilayah Sukoharjo …

Dua Tahun Laporan Mandi Debu: Ibu di Sumbawa Teriak Keadilan, 3 Kapolda Berganti Kasus Jalan di Tempat..?

Supri Oleng

03 Nov 2026, 10:21

MATARAM  || Seorang ibu di Sumbawa, Sri Marjuni Gaeta alias Putri, akhirnya meledak. Bukan marah-marah, tapi teriak minta keadilan. Laporan dugaan pemalsuan surat tanah yang ia buat sejak April 2025, hingga November 2026 ini masih mandi debu di Polda NTB. Sudah hampir 2 tahun! Putri bolak-balik Sumbawa – Mataram hanya untuk satu jawaban: kasus saya …

HUT Ke-8 Media Patroli Bins, Tausiah “Senjata Makan Tuan” Tekankan Pentingnya Integritas dan Etika

Supri Oleng

29 Okt 2026, 14:25

BEKASI, — CEO Media Patroli Bins, Binsar Manurung, menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Media Patroli Bins di Hotel Grand Arsyilla. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen terhadap integritas, etika, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.     Acara anniversary tersebut diisi dengan tausiah oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) …

Lanud Sjamsudin Noor Dukung Misi OMC, Hujan Buatan Sasar Wilayah Rawan Karhutla di Kalimantan

Dewi Sari

26 Okt 2026, 16:41

  BANJARBARU || RWN.CO.ID – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengurangi dampak kabut asap di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.   Dukungan tersebut diwujudkan melalui kesiapan personel, fasilitas pangkalan, dan logistik penerbangan bagi lima pesawat TNI AU …

Ivan Setiady Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum UPH dengan Predikat Summa Cum Laude

Supri Oleng

23 Okt 2026, 12:05

JAKARTA — Asst. Prof. Dr. Ivan Setiady, S.H., S.Hub.Int., S.Kom., M.H., M.Kn., berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Kampus Semanggi, Jakarta Selatan, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Dalam penyelesaian studi doktoralnya, Ivan meraih predikat summa cum laude. Gelar doktor tersebut diraih setelah Ivan berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Kedudukan Pemegang …

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar dua pabrik pembuat obat keras ilegal di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sebanyak 16 orang ditangkap dengan peran yang berbeda-beda.

Supri Oleng

21 Okt 2026, 12:01

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar dua pabrik pembuat obat keras ilegal di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sebanyak 16 orang ditangkap dengan peran yang berbeda-beda. Pengungkapan ini disampaikan Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (21/10/2026).Bismo menjelaskan, pabrik pertama berada di Kartasura. Di lokasi ini …