Prof. DR. Sutan Nasomal: Hindari Gonjang-Ganjing, Negara Perlu Siapkan Rutan Khusus Berstandar Tinggi

AvatarTaer 27 Sep 2026, 16:26 12

 

JAKARTA, RADAR WARTA NASIONAL –  Polemik fasilitas khusus di lembaga pemasyarakatan (lapas) kembali menjadi sorotan setelah Ombudsman RI menemukan dugaan adanya “kluster mewah” di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor.

 

Dalam sidak pada 23 September 2026, Ombudsman menemukan sejumlah bangunan yang disebut menyerupai rumah kluster dan memiliki fasilitas seperti sofa, televisi, kulkas, meja makan, hingga fasilitas kebugaran. Ombudsman juga menemukan persoalan keamanan dan menerima laporan dugaan pungutan liar.

 

Menanggapi persoalan tersebut, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH, pakar hukum internasional dan ekonom, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), mengatakan pemerintah perlu mencari solusi sistem pemasyarakatan yang lebih terukur agar persoalan fasilitas berbeda di dalam lapas tidak terus menimbulkan kegaduhan.

 

“Hindari gonjang-ganjing. Negara harus menata kembali sistem pemasyarakatan. Kalau memang diperlukan, siapkan rutan khusus dengan standar fasilitas dan pelayanan yang jelas, transparan serta diawasi negara,” ujar Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pimpinan redaksi media di Jakarta, Minggu (27/9/2026).

 

Menurut Prif Sutan, klasifikasi penghuni perlu mempertimbangkan kondisi perkara, kebutuhan pembinaan, usia, serta kondisi kesehatan. Ia menilai tahanan dengan penyakit berat atau komplikasi membutuhkan fasilitas kesehatan dan pengawasan medis yang memadai.

 

“Jangan sampai orang yang membutuhkan perawatan medis justru ditempatkan dalam kondisi yang membuat penyakitnya semakin berat. Pembinaan harus tetap berjalan, tetapi aspek kemanusiaan dan kesehatan juga harus diperhatikan,” katanya.

 

Prof Sutan juga mengusulkan konsep rutan berstandar tinggi yang dikelola secara profesional dengan pengawasan ketat pemerintah. Ia membuka kemungkinan keterlibatan pihak swasta dalam penyediaan fasilitas, sepanjang seluruh mekanisme, tarif, keamanan, serta pengawasannya diatur secara transparan oleh negara.

 

Namun, menurut dia, fasilitas khusus tersebut tidak boleh berubah menjadi jalur istimewa bagi tahanan yang memiliki uang.

 

“Kalau ada fasilitas berbeda, kriterianya harus berdasarkan aturan dan keputusan yang jelas, bukan karena seseorang kaya atau mempunyai kekuasaan. Jangan sampai muncul kesan bahwa hukum bisa dibedakan berdasarkan kemampuan membayar,” tegasnya.

 

Gagasan tersebut, lanjut Sutan, dapat diarahkan untuk menyediakan fasilitas kesehatan, ruang pembinaan, pendidikan, olahraga, kegiatan keagamaan sesuai keyakinan, serta sarana rehabilitasi psikososial yang layak.

 

Ia juga mengusulkan agar fasilitas pemasyarakatan memiliki klasifikasi yang jelas, antara lain untuk tahanan umum, anak, remaja, serta penghuni yang membutuhkan penanganan kesehatan khusus.

 

“Yang penting bukan cuma kemewahannya, tetapi standar pembinaan, kesehatan, keamanan dan pengawasan. Jangan sampai istilah rutan mewah justru menjadi alasan munculnya diskriminasi baru,” ujarnya.

 

Guru besar itu pun menilai persoalan di Lapas Cibinong seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pemasyarakatan nasional.

 

Ombudsman RI sendiri pada September 2026 telah meminta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melakukan evaluasi dan perbaikan tata kelola lapas dan rutan, khususnya terkait pengawasan, pungutan liar, penggunaan telepon seluler dan peredaran narkoba.

 

Bagi Prif Sutan, pembenahan tersebut harus menyentuh seluruh aspek, mulai dari bangunan, kapasitas hunian, pelayanan kesehatan, pembinaan hingga pengawasan petugas.

 

“Jangan tunggu kasus viral baru bergerak. Negara harus mempunyai sistem yang jelas sejak awal. Kalau standar fasilitas memang berbeda, dasar hukumnya harus jelas, pengawasannya ketat dan aksesnya tidak boleh ditentukan oleh uang semata,” pungkasnya.***

 

Tim

 

Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH – Pakar Hukum Internasional dan Ekonom; Ketua Umum PAMID (Perkumpulan Advokat Muda Indonesia); Presiden Partai Oposisi Merdeka; Ketua Umum YPLBH Profesor Sutan Nasomal; Rektor Universitas Pronass; Ketua Umum YPP BRIGIP; Pendiri Ponpes As-Saqwa Plus.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sandiaga Uno Meriahkan Fun Run 5K serta Festival Kuliner dan Seni Budaya Makeang Kayoa Halmahera Selatan

Supri Oleng

13 Okt 2026, 20:11

  Jakarta – Lomba lari Fun Run 5 K bareng Bang Sandi (Sandiaga Uno) serta Festival Kuliner dan Seni Budaya Makeang Kayoa sekaligus Pelantikan Pengurus Kabupaten Halmahera Selatan akan digelar pada 8 November 2026 bertempat di Jalan Baru Samping Hotel Sahid Jaya, Jakarta.   Kepulauan Kayoa merupakan gugusan pulau yang berada di Kabupaten Halmahera Selatan, …

Karyawan CV. Global Jaya Minta Pemkot Tangerang Kedepankan Dialog, Nasib Pekerja Jadi Perhatian

Taer

13 Okt 2026, 12:32

TANGERANG ||  RADAR WARTA NASIONAL –   Rencana penyegelan lokasi usaha CV Global Jaya di kawasan Bugel, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, memunculkan kekhawatiran di kalangan karyawan. Puluhan pekerja berharap pemerintah mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang berpotensi timbul apabila aktivitas perusaha’an dihentikan.   Aspirasi tersebut disampaikan seorang narasumber berinisial D saat ditemui di lokasi usaha, Senin …

Dr. Billy Adam Soroti Kesenjangan Digital UMKM, Dorong Regulasi dan Penguatan Pengusaha Pribumi Banten

Supri Oleng

13 Okt 2026, 00:07

  BANTEN || RWN CO.ID – Perkembangan tehknologi digital harus diimbangi dengan regulasi yang jelas serta program pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tanpa dukungan tersebut, pengusaha yang merintis usaha secara mandiri berisiko tertinggal dari pelaku usaha yang lebih menguasai teknologi informasi (IT). Hal itu disampaikan Dr. Billy Adam, perwakilan DPC HIPPI …

HUT ke-50 HIPPI, Novi Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi dan Kolaborasi

Taer

12 Okt 2026, 21:26

JAKARTA || RWN.CO.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) menjadi momentum untuk memperkuat peran pengusaha pribumi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).   Novi, perwakilan DPP HIPPI dari Divisi Perdagangan, menyampaikan bahwa penguatan UMKM menjadi salah satu langkah penting untuk membantu …

HIPPI Gelar Agenda Nasional, 600 Peserta Hadiri Konsolidasi dan Peringatan 50 Tahun Organisasi

Taer

12 Okt 2026, 21:03

JAKARTA || RWN.CO.ID – Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia menggelar agenda nasional sebagai wadah konsolidasi, koordinasi, dan kolaborasi antarpengurus daerah sekaligus memperingati 50 tahun perjalanan organisasi.   Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 600 peserta yang terdaftar dari berbagai daerah. Berdasarkan keterangan narasumber, sekitar 17 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan sejumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) turut hadir. …

SBIF Pusat Eko Suherman Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran 50 Rumah di Kramat Pulo

Taer

11 Okt 2026, 09:19

JAKPUS || RWN.CO.ID – Siaga Bencana Inti Forkabi (SBIF) Pusat yang dipimpin Eko Suherman menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Jalan Kramat Pulo Gang 16, Kel. Kramat, Kec. Senen, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026).   Dalam aksi sosial tersebut, Eko Suherman bersama pengurus dan anggota SBIF Pusat menyerahkan bantuan berupa **15 karung beras dan 40 …