Modus Fake BTS, Pelaku Raup Rp50 Juta dari Data Kartu Kredit

AvatarSupri Oleng 02 Okt 2026, 15:15 16

Pppp

JAKARTA — Modus kejahatan digital menggunakan perangkat Fake BTS terungkap setelah seorang tersangka diduga memanfaatkan perangkat tersebut untuk menyebarkan SMS kepada calon korban.

 

Berdasarkan keterangan sementara yang disampaikan Supriyadi, perangkat yang digunakan tersangka memiliki sejumlah komponen utama, di antaranya perangkat GPS, amplifier, serta sumber daya. Pengoperasiannya disebut cukup dilakukan oleh satu orang yang sekaligus bertindak sebagai pengemudi.

 

Kendaraan yang membawa perangkat tersebut tidak dapat melaju terlalu cepat. Saat beroperasi, kendaraan diperkirakan berjalan pada kecepatan sekitar 30–40 kilometer per jam.

 

Perangkat Fake BTS tersebut memiliki jangkauan sekitar 1 hingga 10 kilometer, tergantung kondisi dan konfigurasi perangkat.

 

Menurut keterangan sementara tersangka berinisial AGW, perangkat tersebut dibeli secara daring dari luar negeri. Amplifier yang digunakan juga disebut diperoleh dari luar negeri.

 

“Dia belajar sendiri dari sebuah grup Telegram, kemudian menonton video dan akhirnya mencoba membeli serta mengimplementasikannya,” demikian keterangan yang disampaikan Supriyadi.

 

Tersangka disebut telah menjalankan modus tersebut selama kurang lebih tiga bulan.

 

Sasar Data Kartu Kredit

 

Modus yang digunakan berkaitan dengan pengiriman SMS yang mengarahkan korban ke situs tertentu. Tampilan situs tersebut disebut menyerupai laman perbankan resmi, meski menggunakan domain tertentu, termasuk domain berakhiran .xyz.

 

Ketika korban mengakses dan memasukkan data, pelaku diduga memperoleh informasi pribadi, seperti nomor kartu kredit, nama, serta nomor telepon.

 

Data tersebut kemudian diduga dimanfaatkan untuk melakukan transaksi pada situs e-commerce. Dalam praktiknya, transaksi dapat muncul sebagai tagihan pada kartu kredit korban.

 

Dari hasil penyitaan rekening, aparat menemukan uang sekitar Rp50 juta yang diduga merupakan keuntungan tersangka.

 

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, belum ditemukan bukti penggunaan modus serupa terhadap kartu debit.

 

Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain maupun keterlibatan jaringan yang lebih luas.

 

Belajar dari Telegram

 

Kasus ini sekaligus menunjukkan bagaimana informasi mengenai teknik kejahatan siber dapat dipelajari secara mandiri melalui platform digital.

 

Tersangka disebut menemukan informasi mengenai perangkat dan modus tersebut melalui sebuah kanal Telegram yang menawarkan kesempatan untuk mengirimkan SMS secara massal.

 

Aparat juga masih mendalami asal-usul perangkat, legalitas penggunaannya di Indonesia, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam pengadaan maupun operasional perangkat tersebut.

 

Kasus tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak sembarangan mengklik tautan dalam SMS atau pesan digital yang mengatasnamakan bank, layanan keuangan, maupun perusahaan perdagangan elektronik.

 

Literasi digital dan kewaspadaan menjadi penting, karena modus seperti ini tidak selalu mengandalkan pembobolan sistem secara langsung, tetapi dapat memanfaatkan kelengahan korban ketika memberikan data pribadi dan informasi kartu pembayaran.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
KABAR DUKA Pendiri Sariayu Martha Tilaar Berpulang di Usia 89 Tahun

Supri Oleng

17 Okt 2026, 19:55

KABAR DUKA Pendiri Sariayu Martha Tilaar Berpulang di Usia 89 Tahun Dunia kecantikan Indonesia berduka. Pendiri Martha Tilaar Group, Dr. (H.C.) Martha Tilaar, meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 06.22 WIB di RS Medistra, Jakarta Selatan, di usia 89 tahun.   Kabar duka tersebut dikonfirmasi langsung oleh putra sulungnya, Bryan David Emil Tilaar. …

Ponpes Modern DAI Preneur Indonesia Mulai Dibangun di Tapos Tigaraksa, Siapkan Generasi Berakhlak dan Mandiri

Taer

17 Okt 2026, 11:08

TANGERANG KAB || RWN.CO.ID – Pembangunan Pondok Pesantren Modern DAI Preneur Indonesia resmi dimulai di Kampung Tapos Gardu, RT 02/RW 01, Desa Tapos, Kec. Tigaraksa, Kab. Tangerang, Banten, Sabtu (17/10/2026).   Pembangunan Ponpes ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Kehadirannya diharapkan menjadi pusat pendidikan Islam yang tidak hanya membentuk generasi berakhlakul karimah, tetapi juga …

Martha Tilaar Tinggalkan Warisan Budaya Jamu Terkenal Sampai Mancanegara

Supri Oleng

17 Okt 2026, 08:54

Karawang – Pengusaha Martha Tilaar tutup usia pada Rabu (14/10/2026) di usia 89 tahun. Pendiri dari Martha Tilaar Group ini dimakamkan Jumat (16/10/2026) di pemakaman keluarga yang berlokasi di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat. Martha Tilaar lahir pada 1937 dan warisan budaya jamu tradisional Indonesia untuk kita semua dan sampai ke Internasional patut kita …

Indahnya Kebersama’an, Media Bersama Pengguna Jalan Tebar Jum’at Berkah di Kalibata

Dewi Sari

16 Okt 2026, 13:48

JAKSEL ||  RADAR WARTA NASIONAL- Semangat kebersama’an dan kepedulian sosial mewarnai kegiatan Jum’at Berkah yang digelar bersama Media Gapta TV, Gakorpan, dan Radar Warta Nasional di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Jum’at (16/10/2026).   Kegiatan berbagi tersebut disambut antusias oleh para pengguna jalan, mulai dari pengemudi taksi, Grab, Gojek, hingga masyarakat yang melintas di sekitar lokasi, …

PROF DR SUTAN NASOMAL SH MH DESAK PRESIDEN PECAT DAN PROSES HUKUM KADIS DLH BEKASI: “JANGAN BUNGKAM PERS, HUKUM HARUS DITEGAKKAN!”

Taer

15 Okt 2026, 21:08

BEKASI || RWN.CO.ID – Sikap pejabat publik terhadap wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik kembali menjadi sorotan. Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., pakar hukum internasional sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), mendesak Presiden RI Prabowo Subianto mengambil langkah tegas terhadap pejabat yang terbukti menghalangi kerja pers.   Desakan itu disampaikan menyusul duga’an pengusiran …

Terkabarkan Dua Korban Tewas dalam Kebakaran Penjaringan, 174 Warga Butuh Penanganan

Taer

14 Okt 2026, 14:43

JAKUT || RADAR WARTA NASIONAL – Sebanyak 174 warga terdampak kebakaran di permukiman Jalan Kertajaya, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (13/10/2026). Peristiwa tersebut diduga menewaskan dua orang, menghanguskan puluhan rumah, dan memaksa warga meninggalkan tempat tinggal mereka.   Kebakaran terjadi sekira pukul 13.50 WIB di RT 007 dan RT 017, RW 014. Warga yang melihat …