HUT RI ke-81, Sutan Nasomal: Jangan Hafal Indonesia Raya, Tetapi Lupa Sang Pencipta

AvatarDewi Sari 16 Agu 2026, 16:52 48

SURABAYA || RWN.CO.ID – Peringatan HUT ke-81 Kemerdeka’an Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2026 tidak hanya menjadi momentum mengenang Proklamasi 17 Agustus 1945. Ada satu nama yang juga memiliki hubungan emosional dengan tanggal tersebut: Wage Rudolf Soepratman, pencipta lagu kebangsa’an Indonesia Raya.

 

W.R. Soepratman wafat di Surabaya pada 17 Agustus 1938, tepat tujuh tahun sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdeka’an-nya. Pemerintah Kota Surabaya mencatat, sebelum wafat, Soepratman sempat ditahan di Penjara Kalisosok setelah memimpin penyiaran lagu Matahari Terbit pada 7 Agustus 1938. Karena kondisi kesehatannya memburuk, ia kemudian diperbolehkan pulang ke rumah kakaknya di Jalan Mangga No. 21 Surabaya. Di rumah itulah ia mengembuskan napas terakhir.

 

Ironisnya, sang pencipta Indonesia Raya tidak pernah menyaksikan Merah Putih berkibar sebagai bendera negara yang merdeka. Ia juga tidak sempat mendengar lagu cipta’an-nya berkumandang sebagai lagu kebangsaan Republik Indonesia.

 

Namun, karya dan namanya justru diduga bertahan melampaui zamannya. Indonesia Raya pertama kali diperdengarkan W.R. Soepratman pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928. Lagu tersebut dimainkan dengan biola dan menjadi bagian penting dari tumbuhnya kesadaran kebangsaan di tengah perjuangan pemuda Indonesia.

 

● Prof. Sutan Nasomal: Jangan Sampai Bangsa Merdeka Kehilangan Ingatan

 

Pakar Hukum Internasional dan Ekonom, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., menilai peringatan kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada seremoni.

 

Menurutnya, kemerdeka’an merupakan hasil dari rangkaian perjuangan panjang yang melibatkan banyak tokoh, termasuk mereka yang berjuang melalui gagasan, tulisan, seni dan kebudayaan.

 

Jangan sampai bangsa Indonesia menikmati kemerdekaan, tetapi “kehilangan ingatan” terhadap orang-orang yang sebelum Republik ini berdiri telah menanamkan semangat persatuan dan kebangsaan. W.R. Soepratman adalah salah satu tokoh yang meninggalkan warisan besar melalui Indonesia Raya.

 

Prof.Sutan Nasomal menilai Indonesia Raya tidak boleh dipandang hanya sebagai lagu yang dinyanyikan dalam upacara kenegaraan.

 

Indonesia Raya bukan sekedar lagu. Di dalamnya ada sejarah perjuangan, semangat persatuan dan cita-cita kebangsaan. Karena itu, ketika lagu tersebut dikumandangkan, kita juga harus mengingat siapa penciptanya.

 

Ia menyoroti fakta sejarah bahwa W.R. Soepratman wafat pada 17 Agustus 1938, sementara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pada 17 Agustus 1945.

 

“Beliau wafat tujuh tahun sebelum Indonesia merdeka. Beliau tidak menikmati hasil kemerdekaan yang secara moral ikut diperjuangkannya melalui karya. Tetapi hari ini, setiap 17 Agustus, bangsa Indonesia justru menyanyikan karya yang beliau tinggalkan.” jelas Prof Sutan.

 

●Jangan Hanya Hafal Liriknya

 

Prof. Sutan Nasomal mengingatkan agar generasi muda tidak hanya hafal lirik Indonesia Raya, tetapi juga memahami sejarah di balik lagu kebangsa’an tersebut.

 

“Jangan sampai kita hafal Indonesia Raya, berdiri tegak ketika menyanyikannya, tetapi lupa siapa penciptanya. Di balik lagu kebangsaan itu ada seorang W.R. Soepratman yang memberikan karya terbaiknya untuk bangsa.” lagi kata Prof. Sutan.

 

Menurutnya, penghormatan kepada pahlawan tidak cukup hanya melalui seremoni tahunan.

 

“Jangan mengenang W.R. Soepratman hanya ketika bulan Agustus. Sejarah harus terus diajarkan. Generasi muda harus memahami bahwa kemerdekaan Indonesia tidak lahir secara tiba-tiba, tetapi melalui perjalanan panjang dan pengorbanan.” masih Kata Prof. Sutan Nasomal.

 

Ia juga mengaitkan semangat Indonesia Raya dengan tanggung jawab generasi masa kini.

 

“Indonesia Raya berbicara tentang Indonesia. Maka tugas generasi sekarang adalah menjaga Indonesia. Persatuan harus dirawat, hukum harus dihormati, keadilan harus diperjuangkan dan kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.” tegas Profesor Sutan.

 

●Dua Tanggal, Satu Pesan Sejarah

 

Tanggal 17 Agustus 1938 dan 17 Agustus 1945 memiliki jarak tujuh tahun, tetapi keduanya meninggalkan pesan sejarah yang kuat.

 

Pada 17 Agustus 1938, W.R. Soepratman wafat di Surabaya. Tujuh tahun kemudian, pada 17 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

 

●Sang pencipta Indonesia Raya memang tidak sempat menyaksikan Republik berdiri.

 

●Tetapi karyanya menjadi salah satu simbol kebangsaan Indonesia.

 

Museum W.R. Soepratman di Jalan Mangga No. 21, Surabaya, hingga kini menjadi ruang untuk mengenang jejak kehidupan dan perjuangannya. Pemerintah Kota Surabaya mencatat rumah tersebut sebagai tempat W.R. Soepratman tinggal hingga wafat.

 

Bagi Prof.Sutan Nasomal, fakta sejarah tersebut seharusnya menjadi bahan renungan setiap kali Indonesia Raya dikumandangkan.

 

“Kita tidak cukup hanya menyanyikan Indonesia Raya. Kita harus memahami nilai yang terkandung di dalamnya. Menghormati penciptanya berarti juga menghormati sejarah perjuangan bangsa.” katnya beliau.

 

Merdeka Bukan Berarti Melupakan. HUT ke-81 RI, kata Sutan Nasomal, harus menjadi momentum untuk memperkuat kembali rasa kebangsaan.  Kemerdeka’an bukan cuma peraya’an tahunan. Kemerdekaan juga merupakan tanggung jawab untuk menjaga persatuan, menghormati hukum, memperjuangkan keadilan dan merawat identitas bangsa.

 

W.R. Soepratman telah meninggalkan dunia sebelum menyaksikan Indonesia menjadi negara merdeka. Namun setiap kali Indonesia Raya berkumandang, perjuangannya kembali hadir dalam ingatan bangsa.

 

Karena itu, pada 17 Agustus 2026, jangan hanya mengingat tanggal kemerdekaan. Ingat pula W.R. Soepratman sang pencipta Indonesia Raya yang wafat tujuh tahun sebelum cita-cita kemerdeka’an itu diproklamasikan.

 

Dewi Sari

Sumber pernyata’an : Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), Ketua Umum YPLBH Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., serta Rektor Univ. STIA-STIH Pronass.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Prof DR Sutan Nasomal SH MH Soroti Klarifikasi Suami Fenny Frans: Jangan Alihkan Pokok Persoalan, Perminta’an Ma’af Terbuka Dinilai Lebih Tepat

Dewi Sari

16 Okt 2026, 20:02

MAKASSAR, || RADAR WARTA NASIONAL –  Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., pakar hukum internasional sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), menyoroti klarifikasi Mustadir Dg Sila, suami pemilik merek skincare Fenny Frans, terkait polemik penyebutan wartawan dengan istilah “anak kodok” dalam siaran langsung di TikTok.   Menurut Prof Sutan, klarifikasi seharusnya menjawab substansi …

LAKA LANTAS Beruntun di JALINSUM – Sergai, Sopir Angkot Diduga Tewas dan Sembilan Orang Luka-luka

Taer

14 Okt 2026, 23:20

SERDANG BEDAGAI || RADAR WARTA NASIONAL – Kecelaka’an beruntun yang melibatkan satu unit angkutan kota (angkot) dan dua truk terjadi di Jl. Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan–Tebing Tinggi, Lingkungan Pasiran, dekat Jembatan Sungai Ular, Kel. Simpang Tiga Pekan, Kec. Perbaungan, Kab. Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut) pada Rabu (14/10/2026) sekira jam 08.00 WIB.   Dalam peristiwa …

Duga’an Perminta’an Uang Dilaporkan ke Divpropam Polri, Dua Personel Polda Jambi Disorot

Taer

14 Okt 2026, 09:50

JAMBI|| RADAR WARTA NASIONAL – Penanganan pengaduan duga’an ketidak profesionalan dalam bertugas yakni perminta’an uang yang dikaitkan dengan perkara pidana di Subdit Harda Ditreskrimum Polda Jambi kini menjadi perhatian. Dua oknum personel POLRI , yakni Iptu S*parn* dan Aipda G*st* Kr*sn* Y*d*, disebut dalam laporan yang diajukan Joni ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri. …

Prof Dr Sutan Nasomal Minta Kapolri Perintahkan Kapolda Riau Usut Dugaan Penyekapan Advokat Perempuan di Pekanbaru

Dewi Sari

12 Okt 2026, 22:37

JAKARTA || RWN.CO.ID – Pakar Hukum Internasional Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH, meminta Kapolri memerintahkan Kapolda Riau bersama Kapolresta Pekanbaru mengusut tuntas dugaan kekerasan, intimidasi, dan penyekapan terhadap advokat perempuan Desi Silvia Angraini, SH, MH, saat menjalankan tugas profesinya.   Prof Sutan Nasomal SH MH., menegaskan, aparat penegak hukum perlu mengungkap fakta secara objektif …

HUT ke-50 HIPPI, Novi Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi dan Kolaborasi

Taer

12 Okt 2026, 21:26

JAKARTA || RWN.CO.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) menjadi momentum untuk memperkuat peran pengusaha pribumi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).   Novi, perwakilan DPP HIPPI dari Divisi Perdagangan, menyampaikan bahwa penguatan UMKM menjadi salah satu langkah penting untuk membantu …

HIPPI Gelar Agenda Nasional, 600 Peserta Hadiri Konsolidasi dan Peringatan 50 Tahun Organisasi

Taer

12 Okt 2026, 21:03

JAKARTA || RWN.CO.ID – Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia menggelar agenda nasional sebagai wadah konsolidasi, koordinasi, dan kolaborasi antarpengurus daerah sekaligus memperingati 50 tahun perjalanan organisasi.   Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 600 peserta yang terdaftar dari berbagai daerah. Berdasarkan keterangan narasumber, sekitar 17 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan sejumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) turut hadir. …