BERIKAN KULIAH UMUM DI UNHAN, KEPALA BNN RI LINDUNGI GENERASI MUDA DEMI KEDAULATAN NEGARA

AvatarSupri Oleng 26 Sep 2026, 11:11 5

“Pemusnahan barang bukti menjadi wujud nyata komitmen negara dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika. Mari rapatkan barisan, tingkatkan kewaspadaan, dan bersama-sama wujudkan Indonesia yang bersih dari narkotika.”

 

— Suyudi Ario Seto, Kepala BNN RI.“Pemusnahan barang bukti dilaksanakan secara teliti, cermat, dan transparan di bawah pengawasan ketat, sebagai bentuk pertanggungjawaban BNN untuk memastikan setiap gram dan setiap tetes barang terlarang benar-benar musnah tanpa sisa.”

 

— Suyudi Ario Seto, Kepala BNN RI

NARKOTIKA DIMUSNAHKAN, GENERASI DISELAMATKAN!

 

Tak ada ruang bagi narkotika untuk kembali beredar. BNN RI terus bergerak, memberantas peredaran gelap narkotika demi Indonesia yang lebih bersih dan bersinar. BNN PERKUAT SINERGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KAWASAN RAWAN NARKOBA LOMBOK TIMUR

 

Setelah sebelumnya memperkuat sinergi penanganan kawasan rawan narkoba melalui program pemberdayaan alternatif di Jawa Barat, Badan Narkotika Nasional (BNN) melanjutkan langkah serupa di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Kerja Sinergi Stakeholder Kawasan Rawan Narkoba di Jerowaru yang digelar secara virtual dari Gedung Tan Satrisna BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (24/9), sebagai forum untuk menyamakan persepsi dan menyusun langkah bersama dalam memberdayakan masyarakat di kawasan rawan narkoba.

 

Direktur Pemberdayaan Alternatif Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN, Edi Swasono, menegaskan bahwa penanganan narkoba tidak cukup hanya melalui upaya penindakan, tetapi perlu diperkuat dengan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat. Rapat kerja tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, serta tokoh masyarakat, agama, dan pemuda. Berdasarkan pemetaan BNN, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2026 memiliki 104 kawasan rawan narkoba, terdiri atas 6 kawasan berstatus bahaya dan 98 berstatus waspada. Sementara itu, Kabupaten Lombok Timur memiliki 13 desa/kelurahan rawan narkoba, dengan rincian 1 berstatus bahaya dan 12 berstatus waspada.

 

Jerowaru menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian melalui program pemberdayaan alternatif dengan mengembangkan potensi lokal sebagai kegiatan ekonomi yang legal, produktif, dan berkelanjutan. Hasil pemetaan potensi di Lombok Timur mencakup budi daya ikan air tawar, perbengkelan dan pengelasan, pengelolaan wisata mangrove, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), antara lain pengolahan hasil laut, produk pertanian, kerajinan, kuliner lokal, dan produk wisata.

 

Program tersebut merupakan tindak lanjut pemetaan potensi sumber daya manusia dan alam yang dilaksanakan pada Februari 2026. Tahap berikutnya diarahkan pada pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Life Skill bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang kerja dan usaha mandiri. BNN juga mendorong penguatan pendampingan masyarakat, pengembangan kewirausahaan, pemasaran produk, dukungan sarana dan prasarana, serta penguatan regulasi daerah terkait Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

 

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, BNN berharap program pemberdayaan alternatif dapat berlanjut dari tahap pelatihan hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kolaborasi dan komitmen bersama diharapkan mampu mendorong masyarakat Jerowaru semakin mandiri, produktif, dan sejahtera, sekaligus mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih dari narkoba.

 

BERIKAN KULIAH UMUM DI UNHAN, KEPALA BNN RI LINDUNGI GENERASI MUDA DEMI KEDAULATAN NEGARA

 

Peran strategis kadet mahasiswa Universitas Pertahanan (UNHAN) dalam membangun ketahanan generasi muda terhadap ancaman narkotika menjadi perhatian utama dalam kuliah umum yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) di UNHAN, Sentul, Jawa Barat, pada Kamis (24/9).

 

Mengangkat tema “Peran Strategis Kadet UNHAN dalam Pencegahan Narkoba”, kuliah umum ini menegaskan pentingnya membentuk calon pemimpin bangsa yang tidak hanya unggul secara akademik dan kepemimpinan, tetapi juga memiliki integritas serta keteguhan moral untuk menolak penyalahgunaan narkotika.

 

Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa melindungi generasi muda dari ancaman narkotika merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

 

“Jika generasi muda terpapar zat adiktif maka cita-cita Indonesia Emas tidak akan dapat tercapai dan potensi sumber daya manusia yang unggul tidak akan ada gunanya” unggkap Kepala BNN RI.

 

Menurutnya, UNHAN memiliki posisi strategis karena tidak hanya mendidik generasi muda secara intelektual, tetapi juga membentuk calon pemimpin dengan nilai nasionalisme, integritas, disiplin, dan bela negara. Karenanya, menjaga agar para kadet UNHAN agar tidak terpapar penyalahgunaan narkotika menjadi hal yang sangat penting.

 

“Melindungi Kalian dari ancaman narkotika merupakan langkah strategis mutlak untuk menjaga kedaulatan negara di masa depan,” tegas Kepala BNN RI.

 

Kepala BNN RI memaparkan ancaman narkotika terus berkembang dengan menyasar kelompok usia produktif melalui berbagai modus, termasuk penyamaran zat berbahaya dalam produk yang dekat dengan gaya hidup generasi muda seperti vape.

 

Berdasarkan survei nasional BNN bersama BPS dan BRIN periode 2023–2025, prevalensi penyalahgunaan narkotika secara keseluruhan mencapai 2,11% atau sekitar 4,15 juta penduduk usia 15–64 tahun, dengan kelompok usia 15–24 tahun tercatat sebagai prevalensi tertinggi yaitu sebesar 2,53%.

 

Menghadapi kondisi tersebut, Ia mengajak para kadet UNHAN menjadi bagian dari upaya pencegahan dengan membangun ketahanan diri dan lingkungan kampus. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agent of change, social control, sekaligus calon pemimpin yang mampu menjaga integritas dan menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika.

 

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Rektor I UNHAN, Priyanto, mengatakan, ancaman narkotika tidak lagi dapat dipandang semata sebagai persoalan kesehatan maupun hukum, tetapi juga berkaitan dengan ketahanan bangsa. Oleh karena itu, pembentukan karakter dan keteladanan perlu ditanamkan sejak dini kepada para kadet yang dipersiapkan menjadi calon pemimpin bangsa.

 

“Pemimpin yang kuat bukan hanya harus cerdas, tetapi juga membutuhkan karakter,” pungkasnya.

 

Kuliah umum ini diharapkan tidak berhenti pada pemahaman para kadet, tetapi juga diwujudkan dalam komitmen untuk menjaga disiplin, integritas, serta menjadi kader pencegahan narkotika di tengah masyarakat.

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sandiaga Uno Meriahkan Fun Run 5K serta Festival Kuliner dan Seni Budaya Makeang Kayoa Halmahera Selatan

Supri Oleng

13 Okt 2026, 20:11

  Jakarta – Lomba lari Fun Run 5 K bareng Bang Sandi (Sandiaga Uno) serta Festival Kuliner dan Seni Budaya Makeang Kayoa sekaligus Pelantikan Pengurus Kabupaten Halmahera Selatan akan digelar pada 8 November 2026 bertempat di Jalan Baru Samping Hotel Sahid Jaya, Jakarta.   Kepulauan Kayoa merupakan gugusan pulau yang berada di Kabupaten Halmahera Selatan, …

Karyawan CV. Global Jaya Minta Pemkot Tangerang Kedepankan Dialog, Nasib Pekerja Jadi Perhatian

Taer

13 Okt 2026, 12:32

TANGERANG ||  RADAR WARTA NASIONAL –   Rencana penyegelan lokasi usaha CV Global Jaya di kawasan Bugel, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, memunculkan kekhawatiran di kalangan karyawan. Puluhan pekerja berharap pemerintah mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang berpotensi timbul apabila aktivitas perusaha’an dihentikan.   Aspirasi tersebut disampaikan seorang narasumber berinisial D saat ditemui di lokasi usaha, Senin …

Dr. Billy Adam Soroti Kesenjangan Digital UMKM, Dorong Regulasi dan Penguatan Pengusaha Pribumi Banten

Supri Oleng

13 Okt 2026, 00:07

  BANTEN || RWN CO.ID – Perkembangan tehknologi digital harus diimbangi dengan regulasi yang jelas serta program pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tanpa dukungan tersebut, pengusaha yang merintis usaha secara mandiri berisiko tertinggal dari pelaku usaha yang lebih menguasai teknologi informasi (IT). Hal itu disampaikan Dr. Billy Adam, perwakilan DPC HIPPI …

HUT ke-50 HIPPI, Novi Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi dan Kolaborasi

Taer

12 Okt 2026, 21:26

JAKARTA || RWN.CO.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) menjadi momentum untuk memperkuat peran pengusaha pribumi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).   Novi, perwakilan DPP HIPPI dari Divisi Perdagangan, menyampaikan bahwa penguatan UMKM menjadi salah satu langkah penting untuk membantu …

HIPPI Gelar Agenda Nasional, 600 Peserta Hadiri Konsolidasi dan Peringatan 50 Tahun Organisasi

Taer

12 Okt 2026, 21:03

JAKARTA || RWN.CO.ID – Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia menggelar agenda nasional sebagai wadah konsolidasi, koordinasi, dan kolaborasi antarpengurus daerah sekaligus memperingati 50 tahun perjalanan organisasi.   Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 600 peserta yang terdaftar dari berbagai daerah. Berdasarkan keterangan narasumber, sekitar 17 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan sejumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) turut hadir. …

SBIF Pusat Eko Suherman Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran 50 Rumah di Kramat Pulo

Taer

11 Okt 2026, 09:19

JAKPUS || RWN.CO.ID – Siaga Bencana Inti Forkabi (SBIF) Pusat yang dipimpin Eko Suherman menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Jalan Kramat Pulo Gang 16, Kel. Kramat, Kec. Senen, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026).   Dalam aksi sosial tersebut, Eko Suherman bersama pengurus dan anggota SBIF Pusat menyerahkan bantuan berupa **15 karung beras dan 40 …