Elang Jawa “GARUDA” Catat Sejarah Baru di Taman Safari, Induk Berhasil Asuh Anak Secara Alami

AvatarTaer 16 Agu 2026, 15:01 94

BOGOR || RWN.CO.ID – Momentum HUT ke-81 Kemerdeka’an Republik Indonesia tahun ini menjadi catatan istimewa bagi dunia konservasi satwa. Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor berhasil mencatat keberhasilan pertama pasangan Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) bernama Hanum dan Riska dalam merawat anaknya secara mandiri tanpa pola pengasuhan campur tangan langsung oleh manusia (16/8/2026).

 

Anakan tersebut menetas pada 16 Juni 2026 dan kemudian diberi nama “Garuda”. Keberhasilan ini dinilai penting karena Elang Jawa merupakan satwa endemik Indonesia yang selama ini dikenal sebagai salah satu simbol yang menginspirasi lambang Garuda Pancasila.

 

Senior Kurator Satwa Taman Safari Bogor, Iman Purwadi, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan pencapaian yang tidak mudah. Dari sembilan kali proses reproduksi pasangan Hanum dan Riska, delapan anakan sebelumnya harus mendapatkan perawatan manusia atau hand-raise untuk memastikan keselamatan dan pertumbuhannya.

 

“Di hari 17 Agustus ini, kado yang luar biasa untuk Taman Safari Indonesia di mana ini pertama kali lembaga konservasi ex-situ induk bisa merawat anaknya dengan baik sampai umur dewasa. Kita akan tularkan juga ke lembaga konservasi lain,” ujar Iman Purwadi.

 

Keberhasilan kali ini menjadi penting karena pengasuhan anak oleh induknya secara langsung tergolong sulit dilakukan dalam program konservasi Elang Jawa di luar habitat aslinya.

 

Tim kurator dan keeper TSI melakukan pemantauan secara ketat terhadap pasangan Hanum dan Riska. Perilaku induk diamati secara bertahap untuk memastikan mereka mampu memberi makan serta menjaga anaknya tanpa harus dipisahkan dan diambil alih oleh manusia.

 

“Jadi memang sulit sekali untuk mendapatkan anakan ini, bagaimana si induk itu bisa mau menyuapi anaknya. Itu yang luar biasa. Jadi kita pantau menit demi menit, jam demi jam untuk memastikan bahwa induk itu mampu untuk memberikan makan,” kata Iman.

 

Menurut Iman, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang. Tim TSI melakukan berbagai uji coba dan pengembangan teknik pendampingan selama bertahun-tahun guna mendorong munculnya perilaku pengasuhan alami pada indukan.

 

Elang Jawa sendiri memiliki tingkat reproduksi yang terbatas. Satwa tersebut umumnya hanya menghasilkan satu butir telur dalam setahun, dengan masa pengeraman sekitar 49 hingga 51 hari.

 

“Jadi memang ada bantuan dari keeper kami, ada sistem, ada teknik yang kita temukan melalui bertahun-tahun itu kita uji coba terhadap indukan dan teknik ini berhasil. Mungkin nanti akan kita ajarkan juga terhadap lembaga-lembaga konservasi yang lain,” ujar Iman.

 

Pendiri Taman Safari Indonesia Group, Jansen Manansang, menilai keberhasilan pengasuhan alami tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan populasi Elang Jawa.

 

Berbeda dengan pola hand-raise, pengasuhan langsung oleh induk diharapkan membantu mempertahankan karakter dan perilaku alami anak Elang Jawa. Kondisi tersebut menjadi salah satu modal penting apabila nantinya satwa hasil konservasi dipersiapkan untuk mengikuti program pelepasliaran atau rewilding.

 

Anakan kesembilan dari pasangan Hanum dan Riska itu kemudian secara resmi diberi nama “Garuda”, bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdeka’an Republik Indonesia (RI).

 

“Sejak dia lahir, kita sudah rencanakan pada bulan Agustus ini kita akan mendeklarasikan bahwa ini keberhasilan sesuai dengan tema kemerdeka’an kita. Kita bisa lihat dengan video jantan betina untuk merawat anak, ini adil sekali sehingga menimbulkan bahagianya. Hari ini kita berikan nama setujunya Garuda,” tutur Jansen Manansang.

 

Keberhasilan TSI Bogor tersebut sekaligus membuka peluang bagi pengembangan metode pengasuhan alami Elang Jawa di lembaga konservasi lainnya. Dengan semakin banyak satwa yang mampu mempertahankan perilaku alaminya, program pelestarian dan pengembalian satwa ke habitatnya diharapkan dapat semakin kuat.***

 

 

Pewarta          : Dewi Sari

Editor              : Taer – Red

SC- langsiran : FB-TSI

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
KABAR DUKA Pendiri Sariayu Martha Tilaar Berpulang di Usia 89 Tahun

Supri Oleng

17 Okt 2026, 19:55

KABAR DUKA Pendiri Sariayu Martha Tilaar Berpulang di Usia 89 Tahun Dunia kecantikan Indonesia berduka. Pendiri Martha Tilaar Group, Dr. (H.C.) Martha Tilaar, meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 06.22 WIB di RS Medistra, Jakarta Selatan, di usia 89 tahun.   Kabar duka tersebut dikonfirmasi langsung oleh putra sulungnya, Bryan David Emil Tilaar. …

Martha Tilaar Tinggalkan Warisan Budaya Jamu Terkenal Sampai Mancanegara

Supri Oleng

17 Okt 2026, 08:54

Karawang – Pengusaha Martha Tilaar tutup usia pada Rabu (14/10/2026) di usia 89 tahun. Pendiri dari Martha Tilaar Group ini dimakamkan Jumat (16/10/2026) di pemakaman keluarga yang berlokasi di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat. Martha Tilaar lahir pada 1937 dan warisan budaya jamu tradisional Indonesia untuk kita semua dan sampai ke Internasional patut kita …

Prof DR Sutan Nasomal SH MH Soroti Klarifikasi Suami Fenny Frans: Jangan Alihkan Pokok Persoalan, Perminta’an Ma’af Terbuka Dinilai Lebih Tepat

Dewi Sari

16 Okt 2026, 20:02

MAKASSAR, || RADAR WARTA NASIONAL –  Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., pakar hukum internasional sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), menyoroti klarifikasi Mustadir Dg Sila, suami pemilik merek skincare Fenny Frans, terkait polemik penyebutan wartawan dengan istilah “anak kodok” dalam siaran langsung di TikTok.   Menurut Prof Sutan, klarifikasi seharusnya menjawab substansi …

Indahnya Kebersama’an, Media Bersama Pengguna Jalan Tebar Jum’at Berkah di Kalibata

Dewi Sari

16 Okt 2026, 13:48

JAKSEL ||  RADAR WARTA NASIONAL- Semangat kebersama’an dan kepedulian sosial mewarnai kegiatan Jum’at Berkah yang digelar bersama Media Gapta TV, Gakorpan, dan Radar Warta Nasional di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Jum’at (16/10/2026).   Kegiatan berbagi tersebut disambut antusias oleh para pengguna jalan, mulai dari pengemudi taksi, Grab, Gojek, hingga masyarakat yang melintas di sekitar lokasi, …

LAKA LANTAS Beruntun di JALINSUM – Sergai, Sopir Angkot Diduga Tewas dan Sembilan Orang Luka-luka

Taer

14 Okt 2026, 23:20

SERDANG BEDAGAI || RADAR WARTA NASIONAL – Kecelaka’an beruntun yang melibatkan satu unit angkutan kota (angkot) dan dua truk terjadi di Jl. Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan–Tebing Tinggi, Lingkungan Pasiran, dekat Jembatan Sungai Ular, Kel. Simpang Tiga Pekan, Kec. Perbaungan, Kab. Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut) pada Rabu (14/10/2026) sekira jam 08.00 WIB.   Dalam peristiwa …

Duga’an Perminta’an Uang Dilaporkan ke Divpropam Polri, Dua Personel Polda Jambi Disorot

Taer

14 Okt 2026, 09:50

JAMBI|| RADAR WARTA NASIONAL – Penanganan pengaduan duga’an ketidak profesionalan dalam bertugas yakni perminta’an uang yang dikaitkan dengan perkara pidana di Subdit Harda Ditreskrimum Polda Jambi kini menjadi perhatian. Dua oknum personel POLRI , yakni Iptu S*parn* dan Aipda G*st* Kr*sn* Y*d*, disebut dalam laporan yang diajukan Joni ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri. …