Proyek Galian Pipa di Perumahan Tanjakan Indah Disorot, Keselamatan Warga dan Standar Pelaksanaan Dipertanyakan, Minim Pengamanan, Tanah Galian Diduga Hambat Akses Jalan, Papan Informasi Proyek Tidak Terpasang

AvatarTaer 31 Okt 2026, 14:38 32

TANGERANG, RADAR WARTA NASIONAL – Pelaksanaan proyek galian pipa di kawasan Perumahan Tanjakan Indah, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan setelah tim investigasi media menemukan sejumlah kondisi yang diduga tidak sesuai dengan standar keselamatan dan tata cara pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

 

Berdasarkan pantauan tim investigasi di Jalan Cendrawasih Nomor 5, Blok H3, Perumahan Tanjakan Indah, Senin (26/10/2026), ditemukan sejumlah lubang galian yang dibiarkan terbuka tanpa dilengkapi pengamanan memadai.

 

Di lokasi pekerjaan, tidak terlihat rambu peringatan, lampu penanda bahaya, maupun pagar pembatas di sekitar lubang galian. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan warga, khususnya anak-anak, lansia, serta pengguna jalan yang melintas pada malam hari ketika jarak pandang terbatas.

 

Persoalan lainnya terlihat dari tumpukan tanah bekas galian yang diletakkan di sepanjang pinggir jalan. Penumpukan tersebut mempersempit akses jalan lingkungan dan berpotensi menghambat mobilitas warga maupun kendaraan darurat, seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran.

 

Papan Informasi Proyek Tidak Terlihat

 

Selain persoalan keselamatan, tim investigasi juga tidak menemukan papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.

 

Padahal, informasi mengenai identitas pelaksana, penanggung jawab pekerjaan, jadwal pelaksanaan, serta kontak pengaduan penting diketahui masyarakat. Tanpa informasi tersebut, warga kesulitan mengetahui pihak yang harus dihubungi apabila terjadi kerusakan fasilitas umum maupun insiden selama pekerjaan berlangsung.

 

Tim juga mempertanyakan penerapan standar teknis pekerjaan, mulai dari metode penggalian, pengaturan kedalaman, hingga penataan pipa. Namun, kesesuaian teknis tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak pelaksana maupun instansi yang berwenang.

 

Di sisi lain, keberadaan pengawas lapangan juga menjadi perhatian. Saat tim melakukan pemantauan, petugas pengawas yang bertanggung jawab mengawasi tahapan pekerjaan tidak terlihat di lokasi.

 

Seorang warga setempat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyampaikan keberatan atas kondisi tersebut.

 

“Kami mendukung pembangunan, tapi caranya begini tidak benar. Jalan jadi sempit, lubang tidak dijaga, dan tidak ada yang bisa kami tanyakan. Kalau ada yang celaka, siapa yang mau tanggung jawabnya?” ungkapnya.

 

Instansi Terkait Diminta Turun Tangan

 

Atas temuan tersebut, pihak terkait diminta segera melakukan pemeriksaan langsung dan mengevaluasi pelaksanaan pekerjaan. Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian antara lain:

 

1. Mengevaluasi pekerjaan dan mempertimbangkan penghentian sementara apabila ditemukan kondisi yang membahayakan keselamatan masyarakat.

2. Memasang rambu peringatan, pagar pembatas, lampu penanda, serta penutup lubang galian yang memenuhi standar keselamatan.

3. Menata tanah hasil galian agar tidak menghambat akses jalan dan aktivitas warga.

4. Memasang papan informasi proyek yang memuat identitas pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan.

5. Memastikan pengawas lapangan menjalankan tugas selama pekerjaan berlangsung.

6. Memeriksa kesesuaian metode kerja dan spesifikasi teknis berdasarkan ketentuan yang berlaku.

 

Pembangunan infrastruktur memang menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat. Namun, pelaksanaannya tidak boleh mengabaikan keselamatan, kenyamanan, dan hak warga yang tinggal di sekitar lokasi pekerjaan.

 

Transparansi, kepatuhan terhadap standar teknis, serta pengawasan yang efektif harus menjadi bagian penting dalam setiap pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan fasilitas dan ruang publik.

 

 

(Alex-Teluknaga)

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post

Supri Oleng

07 Nov 2026, 17:06

  TANGERANG – Seorang warga tengah berupaya mengurus dokumen kepemilikan tanah setelah Akta Jual Beli (AJB) asli miliknya dilaporkan hilang. Dokumen tersebut diperkirakan telah hilang sekitar enam bulan lalu, diduga setelah pemilik berpindah tempat tinggal.   Berdasarkan keterangan warga, hilangnya AJB baru menjadi persoalan serius ketika dirinya hendak melanjutkan proses pengurusan sertifikat tanah melalui program …

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat

Supri Oleng

07 Nov 2026, 08:13

  Jakarta – PT Jasa Raharja (Persero) bersama Korlantas Polri dan stakeholder terkait melaksanakan Survei Kesiapan Jalur Transportasi dan Pelabuhan Penyeberangan dalam rangka pengamanan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), Kamis (5/11/2026).   Survei dilakukan di sejumlah titik strategis Pelabuhan Bakauheni dan Merak untuk memastikan kesiapan infrastruktur, kelancaran lalu lintas, keselamatan transportasi, serta kualitas …

FBR GARDU 057 KUMPI TAKOK PEDULI SESAMA, SANTUNI 80 ANAK YATIM DI PULO GEBANG

Taer

06 Nov 2026, 07:09

  JAKTIM || RWN – Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama ditunjukkan Forum Betawi Rempug (FBR) Gardu 057 Kumpi Takok, Kawasan Cakung 2, dengan menggelar kegiatan santunan kepada 80 anak yatim di Jalan Raya BKT Rawa Kuning, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).   Kegiatan sosial tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan …

Proyek Paving Block JL.Rawa Rotan Disorot, Paving Lama Ditimbun dan Pengawasan Dipertanyakan

Dewi Sari

05 Nov 2026, 13:47

TANGKOT || RWN – Pengerjaan proyek pembaruan paving block di Jl. Rawa Rotan RT 05 / 04, Kel. Sepanjang, Kec. Neglasari, Kota Tangerang, menjadi sorotan setelah tim investigasi menemukan dugaan ketidaksesuaian metode pelaksanaan pekerjaan dengan standar teknis konstruksi.   Proyek yang disebut menggunakan anggaran sebesar Rp159.220 tersebut diharapkan menghasilkan akses jalan yang kuat, rata, dan …

Soroti Polemik Gibran, Pengamat Politik Dorong Pembenahan Sistem Pemilu dan Etika Kepemimpinan

Supri Oleng

04 Nov 2026, 22:09

JAKARTA – Polemik mengenai posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi salah satu perhatian dalam diskusi mengenai kepemimpinan nasional, etika politik, dan penyelenggaraan pemilu di Indonesia.   Dalam pandangannya, seorang pembicara yang berlatar belakang pendidikan Ilmu Politik Universitas Indonesia menilai bahwa persoalan tersebut tidak seharusnya hanya diarahkan pada sosok atau individu tertentu. Menurutnya, pembenahan sistem …

Perkuat Sinergi dengan Pemprov DKI

Supri Oleng

04 Nov 2026, 15:57

Perkuat Sinergi dengan Pemprov DKI Jakarta, Pewarna Indonesia Didorong Siapkan Program Kerja untuk Akses Dana Hibah dan CSR JAKARTA, RADAR WARTA NASIONAL – Organisasi Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia), khususnya jajaran pengurus PEWARNA DKI Jakarta, didorong untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta menyusun program kerja yang konkret sebagai langkah membangun kemitraan strategis dengan Pemerintah Provinsi …