Musdus Jadi Dasar Penyusunan RKPDES, Pemdes Sadeng Kolot Soroti Keterbatasan Anggaran dan Kebutuhan Infrastruktur

AvatarSupri Oleng 15 Sep 2026, 11:25 63

 

BOGOR || RWN.CO.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) Sadeng Kolot,  Kec.Leuwisadeng, Kab. Bogor, menjadikan musyawarah dusun (musdus) sebagai salah satu tahapan penting dalam menjaring aspirasi masyarakat untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027.

 

Kegiatan musdus yang dilaksanakan pada 15 September 2026 tersebut menjadi forum bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai usulan pembangunan, mulai dari infrastruktur, sanitasi, akses air bersih, hingga program pemberdayaan dan perlindungan sosial.

 

Dalam keterangannya, Pemerintah Desa Kandang Kolot menjelaskan bahwa musdus bertujuan menghimpun usulan masyarakat melalui perwakilan di tingkat dusun. Seluruh usulan kemudian dirangkum dan diprioritaskan berdasarkan kebutuhan serta kemampuan anggaran desa.

 

“Tujuan desa mengadakan musdus yaitu mencari usulan-usulan dari aspirasi masyarakat melalui perwakilan. Kami tidak ingin seolah-olah semua usulan dikuasai desa. Karena itu, prosesnya harus transparan dan terbuka,” demikian inti keterangan pemerintah desa dalam wawancara.

 

Anggaran Desa Mengalami Penyesuaian

 

Pemerintah Desa Kandang Kolot juga menyoroti adanya penyesuaian anggaran yang berdampak terhadap ruang fiskal desa dalam membiayai berbagai kebutuhan masyarakat.

 

Berdasarkan keterangan yang disampaikan, anggaran Dana Desa yang sebelumnya lebih besar mengalami pemangkasan. Untuk tahun anggaran berjalan, pemerintah desa menyebut angka Dana Desa sekitar Rp373,9 juta [perlu konfirmasi: apakah angka ini merupakan Dana Desa, pagu tertentu, atau alokasi lainnya].

 

Selain Dana Desa (DD), pemerintah desa juga menyampaikan adanya dukungan anggaran akselerasi dari Pemerintah Kabupaten Bogor sekitar Rp1,5 miliar. Anggaran tersebut diarahkan untuk sejumlah kegiatan, terutama pembangunan infrastruktur, dengan pembagian sesuai ketentuan dan prioritas yang telah ditetapkan.

 

Pemerintah desa menegaskan bahwa besaran anggaran dan pelaksanaannya tetap menyesuaikan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah. Apabila terdapat perubahan anggaran pada akhir tahun, desa akan mengikuti ketentuan yang berlaku.

 

Infrastruktur, Air Bersih, dan Sanitasi Jadi Prioritas

 

Sejumlah kebutuhan masyarakat yang muncul dalam musdus antara lain pembangunan MCK, tembok penahan tanah (TPT), jembatan, betonisasi jalan, serta penyediaan sarana air bersih.

 

Salah satu usulan yang disoroti ialah pembangunan jembatan kecil dengan panjang sekitar 13 meter dan lebar kurang lebih 1 meter. Jembatan tersebut dinilai penting untuk mendukung akses warga, meskipun skalanya tidak besar.

 

Selain itu, terdapat pula kebutuhan penanganan jalan desa yang mengalami amblas atau penurunan badan jalan sekitar 0,6 meter. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.

 

Persoalan air bersih juga menjadi perhatian pemerintah desa. Sejumlah wilayah disebut masih mengalami keterbatasan akses air bersih, terutama ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.

 

Pemerintah desa mengungkapkan bahwa bantuan air bersih dari pemerintah daerah telah diterima, meskipun jumlahnya belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan warga. Distribusi dilakukan secara bergiliran ke sejumlah RW dan diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat, bukan untuk keperluan pertanian.

 

“Memang kebutuhan air bersih sangat dibutuhkan masyarakat. Kami sudah mengajukan bantuan kepada pemerintah daerah. Walaupun belum cukup, bantuan yang ada tetap kami distribusikan secara bergiliran untuk kebutuhan warga,” demikian keterangan pemerintah desa.

 

Usulan Masyarakat Disesuaikan dengan Skala Prioritas

 

Dengan wilayah yang disebut memiliki sekitar 60 RT, 10 RW, dan jumlah penduduk kurang lebih 13.000 jiwa, pemerintah desa mengakui bahwa tidak seluruh usulan dapat direalisasikan dalam satu tahun anggaran.

 

Karena itu, usulan masyarakat akan dirangkum melalui musdus, kemudian dibawa ke tahapan musyawarah desa dan menjadi bahan penyusunan RKPDes serta penyesuaian dengan RPJMDes.

 

Pemdes menyatakan bahwa penentuan prioritas dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat urgensi, kondisi lapangan, serta ketersediaan anggaran. Usulan yang belum dapat direalisasikan tetap dicatat agar dapat dipertimbangkan pada tahun berikutnya.

 

“Usulan masyarakat kami tampung. Namun, kami juga harus melihat anggaran yang tersedia. Mana yang paling prioritas dan mendesak, itu yang dibahas bersama dalam musyawarah,” jelasnya.

 

Digitalisasi Desa Mulai Dipersiapkan

 

Dalam wawancara tersebut, pemerintah desa juga menyampaikan adanya persiapan program digitalisasi desa, termasuk pendataan berbasis sensus ekonomi dan penguatan perangkat pendukung administrasi.

 

Program tersebut disebut berkaitan dengan pendataan masyarakat dan kebutuhan desa secara lebih terstruktur. Pemerintah desa menyebut adanya dukungan perangkat seperti laptop serta tenaga pendata yang akan membantu proses pendataan dari rumah ke rumah.

 

Namun, besaran anggaran digitalisasi yang disebutkan dalam wawancara masih memerlukan penjelasan lebih lanjut agar tidak terjadi kekeliruan antara anggaran pendataan, honor tenaga pendata, dan belanja perangkat.

 

Pengelolaan Sampah dan Kesiapsiagaan Kebakaran

 

Di bidang lingkungan, Pemerintah Desa Kandang Kolot menyampaikan bahwa telah dibentuk beberapa titik kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program Kampung Ramah Lingkungan (KRL).

 

Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendorong pemilahan sampah organik dan nonorganik serta pemanfaatan sampah agar tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan.

 

Pemdes juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya karena wilayah desa memiliki kawasan yang berdekatan dengan hutan. Sosialisasi pencegahan kebakaran disebut telah dilakukan melalui forum musyawarah dusun dan pertemuan masyarakat.

 

Ketahanan Pangan dan Bantuan Sosial

 

Dalam sektor ketahanan pangan, pemerintah desa menyebut pernah menjalankan program pengadaan ternak kambing melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berdasarkan usulan kelompok masyarakat.

 

Program tersebut diarahkan untuk mendukung kegiatan peternakan kelompok sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Pemerintah desa menekankan pentingnya kejelasan kelompok penerima, pemeliharaan, serta perkembangan ternak agar program dapat memberikan manfaat berkelanjutan.

 

Sementara itu, untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahun 2026, pemerintah desa menyebut terdapat 25 penerima. Sasaran penerima antara lain warga yang benar-benar membutuhkan, termasuk masyarakat sakit, lansia, dan kelompok rentan, dengan proses verifikasi melibatkan unsur RT, RW, serta pemerintah kecamatan.

 

Jumlah penerima tersebut disebut mengalami penyesuaian dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena adanya ketentuan persentase dan hasil verifikasi penerima.

 

Realisasi Anggaran dan Pengawasan

 

Terkait realisasi anggaran, pemerintah desa menyampaikan bahwa pelaksanaan tahap pertama telah berjalan dan sejumlah kegiatan telah diselesaikan. Untuk tahap berikutnya, pemerintah desa masih melakukan penyelesaian pekerjaan serta penyusunan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) untuk dilaporkan sesuai mekanisme yang berlaku.

 

Pemerintah desa juga menyambut baik fungsi monitoring dari berbagai pihak, termasuk media massa, sepanjang dilakukan secara berimbang, berdasarkan data, dan tetap mengedepankan klarifikasi.

 

“Kami menghargai dan menghormati pihak-pihak yang menjalankan fungsi monitoring anggaran pemerintah, mulai dari pusat, provinsi, kabupaten, hingga desa. Kami berharap kerja sama ini dapat membantu kemajuan masyarakat,” tutupnya.

 

Pemdes Kandang Kolot berharap ke depan terdapat dukungan anggaran dan kebijakan yang lebih memadai agar kebutuhan dasar masyarakat, terutama infrastruktur, air bersih, sanitasi, pendidikan, serta pemberdaya’an ekonomi, dapat ditangani secara bertahap.

 

( Supriadi Oleng )

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Musrenbangdes Cengklong Bahas Rencana Pembangunan 2027–2028, Warga Usulkan Fasilitas Posyandu

Dewi Sari

13 Okt 2026, 14:29

TANGERANG || RADAR WARTA NASIONAL | – Pemerintah Desa Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes), Selasa (13/10/2026), untuk membahas rancangan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2027 serta Daftar Usulan RKPDes (DU-RKPDes) 2028.   Kegiatan dihadiri Kepala Desa Cengklong H. Syamsul Anwar, S.Sos., Ketua TP-PKK Aulian Sari, S.Pd., Ketua BPD H. …

Musrenbangdes Selambaran Jati Bahas Pembangunan 2027–2028, Prioritaskan Sanitasi Toilet Umum dan Faskes Posyandu

Taer

13 Okt 2026, 10:56

TANGERANG KAB || RWN.CO.ID – Pemdes Selambaran Jati, Kec. Kosambi, Kab. Tangerang, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes), Selasa (13/10/2026), untuk membahas arah pembangunan Tahun Anggaran 2027 sekaligus menghimpun usulan program untuk 2028.   Musrenbangdes mengusung tema “Optimalisasi Sektor Industri, Perdagangan, dan Ketahanan Pangan Berbasis Berkelanjutan.” Forum ini menjadi wadah bagi pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, …

Aktivis Soroti Perpanjangan Konsesi Tol Cawang–Pluit, Desak Aparat Usut Duga’an Kerugian Negara

Taer

12 Okt 2026, 15:01

JAKARTA || RWN.CO.ID –  Sejumlah aktivis dan pengamat menyoroti perpanjangan konsesi Jalan Tol Cawang–Tanjung Priok–Pluit hingga 2060. Mereka mempertanyakan proses perpanjangan konsesi, mekanisme penunjukan pengelola, serta pembiayaan pembangunan infrastruktur baru yang dinilai perlu diperiksa secara menyeluruh.   Dalam forum diskusi, seorang pengamat hukum dan ekonomi memaparkan dugaan sejumlah persoalan, mulai dari perpanjangan konsesi tanpa lelang, …

MUSRENBANGDES PISANGAN JAYA SUSUN RKP DESA 2027–2028, FOKUS INDUSTRI, PERDAGANGAN DAN KETAHANAN PANGAN

Taer

06 Okt 2026, 12:44

      TANGERANG|| Radar Warta Nasional – Pemerintah Desa (pemdes) Pisangan Jaya, Kec. Sepatan, Kab. Tangerang, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di lapangan depan Desa Pisangan Jaya, Selasa (6/10/2026).   Musrenbangdes tersebut digelar untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun Anggaran 2027 sekaligus menyusun kerangka pembangunan untuk 2028.   Mengusung tema …

Musdes Desa Karet Sepatan Sepakati Perubahan APBDes 2026, Prioritaskan Rumah Tak Layak Huni dan Kebersihan Lingkungan

Taer

06 Okt 2026, 12:11

TANGERANG || RADAR WARTA NASIONAL.CO.ID –  Pemdes Karet, Kec. Sepatan, Kab. Tangerang, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) untuk membahas dan menyepakati perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026. Musyawarah tersebut menempatkan kebutuhan dasar warga dan penataan lingkungan sebagai prioritas pembangunan.   Musdes dipimpin Kepala Desa Karet, Mudi, didampingi Sekretaris Desa Robin bersama jajaran …

MUSRENBANGDES MUARA – TELUKNAGA SUSUN RKP 2027, USULKAN PUSKESMAS HINGGA PJU

Dewi Sari

05 Okt 2026, 11:01

TANGERANG KAB || RWN.CO.ID- Pemdes Muara bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk membahas sekaligus mengesahkan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Muara Tahun Anggaran 2027. Kegiatan berlangsung di Aula Desa Muara, Kec. Teluknaga, Kab. Tangerang, Senin (5/10/2026).   Musrenbangdes dihadiri Kepala Desa Muara H. Moh. Syaripudin, Sekretaris Desa Tomi, Ketua …