Jelang Nataru 2026/2027, Ditjen Hubla Siapkan Pemeriksaan 2.140 Kapal, Keselamatan Pelayaran Jadi Prioritas

AvatarTaer 31 Okt 2026, 17:18 18

JAKARTA || RWN – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mulai mematangkan persiapan menghadapi Angkutan Laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Sebanyak 2.140 kapal masuk dalam rencana pemeriksaan kelaiklautan guna memastikan keselamatan dan kelancaran transportasi laut selama periode libur akhir tahun.

 

Persiapan tersebut mencakup pemeriksaan kondisi kapal, kesiapan armada dan trayek, pemberian stimulus diskon tarif, rencana program tiket gratis, hingga peningkatan kualitas pelayanan di pelabuhan.

 

Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Samsuddin, menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan prioritas utama yang tidak boleh dikompromikan dalam penyelenggaraan angkutan Nataru.

 

“Dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, keselamatan pelayaran menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar. Melalui uji kelaiklautan terhadap 2.140 kapal, kami memastikan aspek keselamatan kapal, pengawakan, pemuatan, serta perlengkapan keselamatan menjadi perhatian utama sebelum kapal beroperasi,” ujar Samsuddin.

 

2.140 Kapal Masuk Target Pemeriksaan

 

Pemeriksaan kelaiklautan kapal dijadwalkan berlangsung mulai 1 hingga 30 November 2026. Program tersebut dilaksanakan berdasarkan Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Tahun 2026.

 

Berdasarkan data Rencana Operasi per 30 Oktober 2026, terdapat 2.140 kapal yang menjadi sasaran pemeriksaan, dengan rincian 511 kapal penumpang, 63 kapal Ro-Ro jarak jauh, 460 kapal Ro-Ro penyeberangan, 162 kapal tradisional, 821 kapal wisata, serta 123 kapal cepat atau High Speed Craft (HSC).

 

Menurut Samsuddin, pemeriksaan meliputi sejumlah aspek penting, mulai dari kondisi teknis kapal, pencegahan pencemaran, kelengkapan pengawakan, garis muat dan pemuatan, kesejahteraan awak kapal, kesehatan penumpang, status hukum kapal, hingga penerapan manajemen keselamatan dan keamanan.

 

Kesiapan alat keselamatan jiwa, alat pemadam kebakaran, jalur evakuasi, pengendalian kapasitas penumpang, serta kemampuan menghadapi kondisi cuaca buruk juga menjadi perhatian pemeriksa.

 

Khusus kapal wisata, pemeriksaan akan dilakukan secara langsung sebelum kapal diizinkan beroperasi sebagai bagian dari persyaratan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Kapasitas penumpang wajib disesuaikan dengan hasil pemeriksaan di lapangan.

 

Pelayanan Pelabuhan dan Antisipasi Kepadatan

 

Selain memastikan kelayakan kapal, Ditjen Perhubungan Laut juga menaruh perhatian terhadap kesiapan fasilitas pelayanan di terminal penumpang.

 

Fasilitas yang menjadi perhatian meliputi area pembelian tiket dan check-in, pusat informasi dan pengaduan, ruang tunggu, fasilitas kesehatan, toilet termasuk toilet difabel, ruang menyusui, serta sarana pendukung lainnya.

 

Penerapan tiket elektronik atau e-ticketing juga didorong untuk meningkatkan ketertiban pelayanan, mempermudah pemeriksaan tiket, serta mengendalikan arus penumpang di kawasan pelabuhan.

 

Sementara itu, untuk mengantisipasi kepadatan pada lintasan penyeberangan Jawa–Bali, pemerintah turut mengkaji sejumlah jalur alternatif guna mengurangi beban lintasan Ketapang–Gilimanuk.

 

“Untuk lintasan Jawa–Bali, rencana operasi juga mengkaji rute alternatif guna membantu mengurai kepadatan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk. Beberapa opsi yang dibahas meliputi Jangkar–Celukan Bawang, Tanjung Wangi–Celukan Bawang, serta Jangkar–Padang Bai,” jelas Samsuddin.

 

Namun, pengoperasian jalur alternatif tersebut masih memerlukan pertimbangan kesiapan dermaga, kapal, dukungan operasional, serta koordinasi dan penetapan lebih lanjut.

 

Melalui berbagai langkah persiapan tersebut, Kementerian Perhubungan berharap penyelenggaraan Angkutan Laut Nataru 2026/2027 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

 

Pemeriksaan terhadap ribuan kapal tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan armada yang melayani masyarakat benar-benar memenuhi persyaratan keselamatan sebelum menghadapi lonjakan mobilitas penumpang pada libur Natal dan Tahun Baru.

 

Pewarta : Sophia T

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Duga’an Pelanggaran Dokumen Dominasi Angkutan Barang, Kemenhub Catat 676 Ribu Kendara’an Bermasalah, Target Zero ODOL 2027, Pengawasan Diperketat di 89 UPPKB dan 11 Lokasi Berbasis Teknologi WIM

Dewi Sari

03 Nov 2026, 09:36

JAKARTA, RWN.CO.ID – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terus memperketat pengawasan kendaraan angkutan barang sebagai bagian dari upaya mewujudkan target Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) 2027.   Namun, hasil pengawasan periode Januari hingga 30 Oktober 2026 masih menunjukkan tingginya angka pelanggaran. Persoalan kelengkapan dokumen menjadi pelanggaran yang paling banyak ditemukan, disusul ketidaksesuaian …

PROYEK U-DITCH SALEMBARAN JATI SENILAI Rp198 JUTA DISOROT “NEGATIF..?”, PAPAN ANGGARAN DAN K3 DIKATAKAN TAK TERLIHAT

Taer

02 Nov 2026, 16:55

KABUPATEN TANGERANG, RWN.CO.ID (2/11/2026) – Pembangunan drainase U-Ditch di Desa Salembaran Jati, Kec. Kosambi, Kab. Tangerang, menjadi sorotan setelah tim investigasi menemukan tidak adanya papan informasi anggaran serta duga’an pengabaian standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang senilai Rp198.000.000 dan dikerjakan CV Putra Mandiri Sejati tersebut terpantau belum memasang …

Proyek Paving Block Kebun Mangga – Pangkalan Disorot, K3 Diduga Diabaikan dan Pengawasan Dipertanyakan

Dewi Sari

02 Nov 2026, 13:08

  TANGERANG, RADAR WARTA NASIONAL -Pelaksanaan proyek paving blok di RT 02/011, Kebun Mangga, Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, yang bersumber dari APBD Provinsi Banten, menuai sorotan. Tim investigasi menemukan indikasi lemahnya pengawasan serta minimnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pada (2/11/2026).   Sa’at dikonfirmasi, sejumlah pekerja mengakui pengawasan di lokasi tidak …

TIGA KALI S.P, WARUNG K5 DI ATAS TROTOAR JALAN KAMAL RAYA TERANCAM DITERTIBKAN

Dewi Sari

02 Nov 2026, 11:49

JAKBAR || RWN -Pemerintah Kelurahan Tegal Alur bersama jajaran Kecamatan Kalideres mengambil langkah tegas terhadap keberadaan warung yang berdiri di atas trotoar Jalan Kamal Raya. Pengelola warung telah diberikan peringatan hingga tiga kali melalui CERP, sebelum petugas turun langsung ke lokasi untuk meminta pengosongan area tersebut.(2/11/2026).   Kegiatan tersebut melibatkan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kalideres, jajaran …

Tambang di Ponorogo Disorot, Siapa Bertanggung Jawab atas Kerusakan Infrastruktur..? Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan, Perusaha’an Tambang Jangan Membebankan Dampak Operasional kepada Masyarakat

Taer

31 Okt 2026, 17:34

PONOROGO || RWN – Aktivitas pertambangan di sejumlah wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, diduga kembali menjadi sorotan. Di balik potensi keuntungan ekonomi dari eksploitasi sumber daya alam, muncul persoalan serius mengenai tanggung jawab pelaku usaha terhadap kerusakan infrastruktur dan dampak operasional yang dirasakan masyarakat.   Salah satu aspek yang patut mendapat perhatian adalah penggunaan jalan …

JELANG NATARU 2026/2027, DITJEN HUBLA PERIKSA 2.140 KAPAL: KESELAMATAN PELAYARAN JADI PRIORITAS, Pemeriksaan Meliputi Kapal Penumpang, Ro-Ro, Kapal Tradisional hingga Kapal Wisata, Berlangsung 1–30 November 2026

Taer

31 Okt 2026, 16:56

  JAKARTA || RWN – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mulai mematangkan persiapan menghadapi Angkutan Laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah pemeriksaan kelaiklautan terhadap 2.140 kapal yang direncanakan berlangsung pada 1–30 November 2026.   Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kapal yang melayani masyarakat …