“Warga” Kp Gintung-Mauk Diduga Keluhkan 11 Titik Lapak Limbah Sampah Liar, Petani Khawatir Wabah Penyakit Sawah Tercemar

AvatarTaer 17 Okt 2026, 13:09 109

GINTUNG ||  RADAR WARTA NASIONAL – Keberada’an lapak-lapak pengepul limbah dan sampah yang diduga beroperasi tanpa pengelola’an lingkungan memadai di 11 titik wilayah Kampung Gintung, Desa Gintung, Kec. Sukadiri, Kab. Tangerang, disebut-sebut menuai keluhan warga. Aktivitas tersebut selain dirasakan menimbulkan aroma tak sedap, dikatakan dampak residu serta kandungan B3 dikhawatirkan menimbulkan pencemaran udara dan tanah hingga mengancam kesehatan masyarakat serta lahan pertanian.

 

Keluhan itu disampaikan Soleh, Ketua RT 25 RW.04 setempat, pada Sabtu (17/10/2026). Menurutnya, warga, khususnya para petani, mendesak agar aktivitas lapak-lapak tersebut segera ditertibkan agar steril kembali dari aktifitas liar pengepulan sampah-sampah dan lingkungan kembali dibersihkan.

 

“Arifin itu yang jadi korlapnya itu, Pak… yang diminta mem-back up aktivitas liar pengusaha lapak-lapak limbah sampah  di 11 titik lokasi di situ, yang ngatur pungutan uang sama semua urusan yang punya lapak-lapak.  Warga petani khususnya sudah menekan saya untuk segera disterilisasi, bersihkan lingkungannya agar tidak adanya lagi kegiatan yang mencemari lingkungan menjadi tidak sehat.
Tanaman padi juga pada mati itu karena mungkin terdampak residu yang mengandung kimiawi B3 terhadap tanah, warga sudah ingin segera turun berdemo tutup lapak sampah itu,” ungkap Soleh geram.

 

Soleh Ketua RT setempat menduga kuat akibat dampak residu dari aktivitas pengelola’an limbah liar berpotensi memengaruhi kondisi tanah dan tanaman padi milik warga. Namun, duga’an hubungan antara aktivitas lapak, kandungan bahan berbahaya dan beracun (B3), serta kematian tanaman padi tersebut,oleh karena itu diminta selain harus segera di tutup total masih perlu segera juga dibuktikan secara klinis melalui pemeriksa’an dan pengujian lingkungan oleh instansi berwenang.

 

Warga juga mengkhawatirkan potensi gangguan kesehatan akibat pencemaran apabila aktivitas tersebut tidak dikelola sesuai ketentuan. Mereka berharap pemerintah daerah dan dinas terkait segera turun ke lapangan untuk memeriksa legalitas usaha, jenis limbah yang ditampung, serta sistem pengelola’an dan pembuangan residunya.

 

Wartawan Mengaku Mendapat Sambutan Arogan !

 

Dalam upaya memperoleh keterangan dan melakukan konfirmasi, tim awak media mendatangi salah satu lokasi lapak pengepul sampah. Di lokasi tersebut, seorang pria bertubuh tinggi besar yang disebut-sebut berinisial A menyambut kedatangan wartawan dengan nada tinggi, kesan tidak bersahabat dan penuh intimidatif.

 

“Mau apa nie, Pak?! Kami semua ini pada kerja, lagi konfirmasi apa?!” ujar pria tersebut dengan nada garang.

 

Sikap tersebut dinilai tidak bersahabat terhadap awak media yang hendak menjalankan tugas jurnalistik untuk menggali informasi dan meminta klarifikasi mengenai keluhan warga.

 

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui dinas lingkungan hidup (DLH), pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa segera melakukan pemeriksaan di 11 titik yang dikeluhkan tersebut, dan warga sangat berharaf agar segera ditutup.

 

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah aktivitas lapak telah memenuhi ketentuan perizinan dan pengelolaan lingkungan, sekaligus menguji dugaan pencemaran yang dikhawatirkan berdampak pada lahan pertanian dan kesehatan warga,oleh karena pihak-pihak dan dinas terkait di sangat diharafkan oleh warga sekitar segera turun lapangan untuk mengadakan tidakan nyata.

 

Apabila ditemukan pelanggaran, masyarakat meminta agar penanganan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sebaliknya, apabila terdapat kekeliruan informasi, pihak pengelola juga perlu diberi ruang untuk menyampaikan klarifikasi.

 

Hingga berita ini disusun, duga’an pencemaran,atas aktifitas pengepulan sampah liar penyebab kematian tanaman padi, serta tudingan Residu B3 yang telah dirasa mencemari lingkungan masih berlanjut, melengggang seolah kebal hukum.

 

(TIM)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Prof DR Sutan Nasomal SH MH Soroti Klarifikasi Suami Fenny Frans: Jangan Alihkan Pokok Persoalan, Perminta’an Ma’af Terbuka Dinilai Lebih Tepat

Dewi Sari

16 Okt 2026, 20:02

MAKASSAR, || RADAR WARTA NASIONAL –  Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., pakar hukum internasional sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), menyoroti klarifikasi Mustadir Dg Sila, suami pemilik merek skincare Fenny Frans, terkait polemik penyebutan wartawan dengan istilah “anak kodok” dalam siaran langsung di TikTok.   Menurut Prof Sutan, klarifikasi seharusnya menjawab substansi …

Indahnya Kebersama’an, Media Bersama Pengguna Jalan Tebar Jum’at Berkah di Kalibata

Dewi Sari

16 Okt 2026, 13:48

JAKSEL ||  RADAR WARTA NASIONAL- Semangat kebersama’an dan kepedulian sosial mewarnai kegiatan Jum’at Berkah yang digelar bersama Media Gapta TV, Gakorpan, dan Radar Warta Nasional di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Jum’at (16/10/2026).   Kegiatan berbagi tersebut disambut antusias oleh para pengguna jalan, mulai dari pengemudi taksi, Grab, Gojek, hingga masyarakat yang melintas di sekitar lokasi, …

Musrenbangdes Selambaran Jati Bahas Pembangunan 2027–2028, Prioritaskan Sanitasi Toilet Umum dan Faskes Posyandu

Taer

13 Okt 2026, 10:56

TANGERANG KAB || RWN.CO.ID – Pemdes Selambaran Jati, Kec. Kosambi, Kab. Tangerang, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes), Selasa (13/10/2026), untuk membahas arah pembangunan Tahun Anggaran 2027 sekaligus menghimpun usulan program untuk 2028.   Musrenbangdes mengusung tema “Optimalisasi Sektor Industri, Perdagangan, dan Ketahanan Pangan Berbasis Berkelanjutan.” Forum ini menjadi wadah bagi pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, …

Dr. Billy Adam Soroti Kesenjangan Digital UMKM, Dorong Regulasi dan Penguatan Pengusaha Pribumi Banten

Supri Oleng

13 Okt 2026, 00:07

  BANTEN || RWN CO.ID – Perkembangan tehknologi digital harus diimbangi dengan regulasi yang jelas serta program pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tanpa dukungan tersebut, pengusaha yang merintis usaha secara mandiri berisiko tertinggal dari pelaku usaha yang lebih menguasai teknologi informasi (IT). Hal itu disampaikan Dr. Billy Adam, perwakilan DPC HIPPI …

HUT ke-50 HIPPI, Novi Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi dan Kolaborasi

Taer

12 Okt 2026, 21:26

JAKARTA || RWN.CO.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) menjadi momentum untuk memperkuat peran pengusaha pribumi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).   Novi, perwakilan DPP HIPPI dari Divisi Perdagangan, menyampaikan bahwa penguatan UMKM menjadi salah satu langkah penting untuk membantu …

HUT KE-31, PERUMDA TIRTA BENTENG SANTUNI 464 ANAK YATIM DAN GELAR DO’A ISTISQA

Dewi Sari

12 Okt 2026, 14:48

  TANGKOT |RWN.CO.ID – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31, Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang menggelar istighosah, doa istisqa, dan santunan anak yatim bersama Wali Kota Tangerang H. Sachrudin dan Wakil Wali Kota H. Maryono, Senin (12/10/2026). Kegiatan berlangsung di halaman Perumda Tirta Benteng, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Sebanyak 464 anak yatim dari …